Ini Jawaban Dandim 1509/Labuha Atas Pemberitaan Liputan Malut - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Ini Jawaban Dandim 1509/Labuha Atas Pemberitaan Liputan Malut

Monday, 2 March 2026

Hal-Sel, INVESTIGASI. – Komando Distrik Militer (Kodim) 1509/Labuha akhirnya angkat bicara menyusul beredarnya pemberitaan di salah satu kanal media online yang menyoroti dugaan keterlibatan oknum personel berinisial IB dalam penyaluran minuman keras (miras) ke sebuah kafe milik warga serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) ilegal ke Desa Kawasi, Kabupaten Halmahera Selatan. Selasa, 03/03/2026.


Menanggapi informasi tersebut, Komandan Kodim 1509/Labuha, Letkol Inf Syamsul, memberikan klarifikasi resmi terkait duduk perkara yang menyeret nama personel Unit Intel Kodim 1509/Labuha itu. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (02/03/2026) sebagai bentuk respons atas berkembangnya opini publik di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Dandim membenarkan bahwa memang terdapat personel Unit Intel Kodim 1509/Labuha yang bertugas melakukan monitoring di kawasan Pusat Industri Nikel dan Desa Kawasi. Penugasan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari fungsi pengawasan teritorial dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah strategis.

“Benar ada personel Unit Intel kami yang bertugas memonitoring kawasan Pusat Industri Nikel dan Desa Kawasi. Itu bagian dari tugas dan tanggung jawab satuan dalam memastikan situasi tetap kondusif,” jelasnya.

Namun demikian, terkait tudingan bahwa oknum berinisial IB menyalurkan miras ke kafe milik warga dan mendistribusikan BBM ilegal ke Desa Kawasi, Dandim menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti yang menguatkan informasi tersebut.

“Berita yang disiarkan oleh media online itu menjadi perhatian kami. Namun sampai dengan saat ini, berdasarkan informasi yang kami peroleh di lapangan, tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan memperjualbelikan miras atau melakukan pendistribusian BBM ilegal,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak serta-merta menolak informasi yang beredar. Sebaliknya, Kodim 1509/Labuha akan tetap menindaklanjuti pemberitaan tersebut dengan melakukan pendalaman dan klarifikasi secara internal maupun di lapangan.

“Kami akan dalami dan perlu pembuktian di lapangan. Semua informasi tetap kami sikapi secara profesional dan proporsional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menekankan komitmen institusi TNI AD, khususnya Kodim 1509/Labuha, dalam menegakkan disiplin dan hukum terhadap setiap personel. Ia memastikan tidak akan ada toleransi bagi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

“Kami tidak tutup mata jika ada personel kami melakukan pelanggaran hukum. Apabila terbukti, pasti akan kami tindaklanjuti dan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan bahwa institusi militer tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menyikapi isu-isu yang berkembang di ruang publik. Dandim juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan, khususnya di kawasan industri strategis seperti Kawasi yang memiliki aktivitas ekonomi cukup tinggi.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik yang berkembang dapat disikapi secara bijak oleh semua pihak. Kodim 1509/Labuha, lanjutnya, tetap membuka ruang bagi siapa pun yang memiliki informasi akurat untuk disampaikan melalui mekanisme resmi, sehingga setiap dugaan pelanggaran dapat diuji berdasarkan fakta dan data, bukan sekadar asumsi.

“Kami berkomitmen menjaga nama baik institusi dan memastikan seluruh prajurit bekerja sesuai aturan. Jika ada yang menyimpang, pasti ada konsekuensi,” tutup Letkol Inf Syamsul.

Redaksi: wan