
SIMALUNGUN –Investigasi WartaGlobal.Id
Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., menghadiri Haul ke-17 Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Abdurrahman Rajagukguk di Pondok Persulukan Serambi Babussalam, Desa Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (17/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres menyerahkan plakat kepada pimpinan Pondok Persulukan Serambi Babussalam, Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A. Penyerahan itu menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus perkenalan Kapolres sebagai pejabat baru di wilayah hukum Polres Simalungun.
Melalui momentum tersebut, Kapolres memohon doa restu dan dukungan para ulama agar dapat menjalankan amanah dengan baik, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, kehadiran Kapolres yang mewakili Kapolda Sumatera Utara merupakan wujud upaya mempererat hubungan antara Polri, ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Kapolres menyampaikan salam perkenalan sebagai pejabat baru di Simalungun dan memohon doa restu kepada pimpinan pondok agar dapat menjalankan tugas dengan baik dalam menjaga Kamtibmas,” ujar Verry Purba.
Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Menurut Verry, keterlibatan tokoh agama memiliki arti penting dalam membangun komunikasi sosial, merawat kerukunan, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari pendekatan humanis yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Polres Simalungun, lanjutnya, berkomitmen mengimplementasikan pendekatan tersebut melalui program Polisi Bersama Masyarakat, termasuk kegiatan Subuh Keliling untuk mempererat komunikasi dengan ulama, tokoh agama, dan warga.
“Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga harus membangun kedekatan melalui kegiatan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan. Polri harus hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” jelasnya.
Haul Mengusung Pesan Kemanusiaan dan Persatuan
Haul ke-17 TGB Syekh Abdurrahman Rajagukguk mengangkat tema “Mempertajam Nurani, Menumbuhkan Empati dan Kemanusiaan.” Tema tersebut menekankan pentingnya kepedulian sosial, penghormatan terhadap sesama, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan senandung sufi dan munajat, dilanjutkan makan bersama serta salat Zuhur berjemaah. Acara puncak diisi sambutan sejumlah tokoh, di antaranya Dr. Morina Harahap, S.H., M.M., Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., dan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah dan doa kebangsaan oleh Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A., serta peresmian Rumah Tahfiz Al-Qur’an Haji Sugiat Santoso.
Kepedulian sosial turut diwujudkan melalui pemberian santunan kepada anak yatim, kaum duafa, dan anak-anak pengajian. Rangkaian kegiatan juga mencakup ziarah ke makam TGB Syekh Abdurrahman Rajagukguk serta pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, doa turut dipanjatkan bagi keselamatan bangsa Indonesia, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kabinet, agar diberi kemudahan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dihadiri Sekitar 900 Orang
Kegiatan haul dihadiri sekitar 900 orang dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan. Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI H. Sugiat Santoso, Kepala Badan Kesbangpol Sumatera Utara Dr. Ir. Mulyono, S.T., M.Si., yang mewakili gubernur, Bupati Simalungun, Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, S.T., serta Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina.
Hadir pula jajaran TNI-Polri, perwakilan Kementerian Agama, tokoh Majelis Ulama Indonesia, akademisi, tokoh agama, perwakilan perusahaan, panitia, santriwan-santriwati, dan masyarakat.
Pondok Persulukan Serambi Babussalam selama ini menjadi ruang kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat. Peringatan haul diselenggarakan untuk mengenang perjuangan serta meneladani ajaran TGB Syekh Abdurrahman Rajagukguk, yang menurut keterangan penyelenggara dikenal menghormati adat dan budaya, menjunjung nilai Pancasila, serta mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam masyarakat Simalungun yang memiliki keberagaman etnis dan agama, pesan toleransi dan kerukunan menjadi bagian penting dari upaya menjaga persatuan.
Pengamanan Berjalan Kondusif
Polres Simalungun melaksanakan pengamanan berdasarkan rencana yang disusun sehari sebelum kegiatan. Menurut keterangan Kasi Humas, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar, sejak pukul 10.00 hingga 15.30 WIB.
Polres Simalungun menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pengelola pondok, TNI, pemerintah daerah, serta tokoh agama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kerukunan, persatuan, dan keamanan di lingkungan masing-masing,” tutup Verry Purba.
WartaGlobal.Id — Mengawal Fakta, Merawat Persatuan.

.jpg)