
Denpasar – Investigasi Warta global.Id
Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur jalan di Kota Denpasar, kondisi Jalan Tukad Batanghari VA, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, justru memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Saat ruas-ruas jalan lain di kawasan Panjer telah menikmati lapisan aspal hotmix yang mulus, jalan ini masih dipenuhi lubang, batu lepas, pasir, dan debu yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Warga menilai kondisi tersebut bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, melainkan telah menyangkut hak masyarakat atas infrastruktur yang layak dan aman. Kerusakan yang telah berlangsung cukup lama disebut semakin parah karena belum ada penanganan permanen.
Setiap hari, jalan tersebut dilalui oleh warga, pelajar, pekerja, hingga kendaraan distribusi. Namun permukaan jalan yang tidak rata membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus ekstra hati-hati. Menurut warga, insiden pengendara terpeleset bahkan terjatuh bukan lagi kejadian yang langka.
Saat musim kemarau, debu tebal beterbangan dan masuk ke rumah-rumah warga sehingga mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, ketika hujan turun, lubang-lubang di badan jalan berubah menjadi kubangan yang sulit dikenali sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Yang paling menjadi sorotan adalah dugaan belum meratanya pembangunan infrastruktur. Warga mengaku hampir seluruh jalan di wilayah Panjer telah memperoleh pengaspalan hotmix, sementara Jalan Tukad Batanghari VA masih tertinggal.
"Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya ingin mendapatkan perhatian yang sama seperti jalan-jalan lain yang sudah diperbaiki. Keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas," ujar salah seorang warga.
Menurut pengakuan masyarakat, berbagai keluhan telah disampaikan kepada aparat pemerintah maupun instansi terkait. Namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan permanen yang memberikan kepastian kepada warga.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik: apakah Jalan Tukad Batanghari VA memang belum masuk dalam prioritas pembangunan, atau terdapat kendala administratif maupun teknis yang belum disampaikan kepada masyarakat? Transparansi mengenai status perencanaan dinilai penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi.
Selain membahayakan keselamatan, jalan yang rusak juga meningkatkan biaya perawatan kendaraan masyarakat, mengganggu kenyamanan lingkungan, serta menurunkan kualitas pelayanan infrastruktur di kawasan permukiman.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Denpasar segera melakukan survei lapangan, menetapkan tingkat kerusakan secara objektif, serta memberikan penjelasan terbuka mengenai rencana penanganan Jalan Tukad Batanghari VA. Bila memenuhi kriteria prioritas, warga berharap pengaspalan hotmix dapat segera direalisasikan agar tidak ada lagi kesenjangan pembangunan di wilayah Panjer.
Pemerataan pembangunan bukan hanya soal membangun jalan yang baru, tetapi juga memastikan setiap warga memperoleh hak yang sama atas fasilitas publik yang aman, layak, dan berkualitas. Jalan yang baik bukan sekadar infrastruktur, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi keselamatan masyarakat.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keluhan warga dan pengamatan yang disampaikan kepada redaksi. Untuk menjaga keberimbangan, pemerintah atau instansi terkait perlu diberi kesempatan memberikan penjelasan mengenai status dan rencana penanganan Jalan Tukad Batanghari VA.

.jpg)