Puluhan Positif Narkoba di THM Binjai, WartaGlobal.id: Jangan Jadikan Razia Sekadar Seremoni, Bongkar Bandar hingga Usut Peran Penyedia Tempat - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Puluhan Positif Narkoba di THM Binjai, WartaGlobal.id: Jangan Jadikan Razia Sekadar Seremoni, Bongkar Bandar hingga Usut Peran Penyedia Tempat

Monday, 13 July 2026

WartaGlobal.id | Binjai – Operasi Saber Bersinar 2026 yang digelar Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai bersama TNI, Polri, dan Satpol PP di sejumlah tempat hiburan malam (THM), Minggu (12/7/2026) dini hari, kembali membuka tabir masih adanya penyalahgunaan narkotika di kawasan hiburan malam Kota Binjai.

Razia yang menyasar THM Samudera Selatan di Jalan Gunung Kawi, Binjai Selatan, serta Kafe Armada dan Kafe Champion di kawasan Tunggurono, Binjai Timur, berlangsung dramatis. Musik yang mengiringi hiburan malam mendadak terhenti saat petugas memasuki lokasi. Sejumlah pengunjung panik, berusaha melarikan diri dengan melompati pagar, berdesakan mencari jalan keluar, bahkan ada yang menangis setelah gagal menghindari pemeriksaan.

Dari ratusan pengunjung yang menjalani tes urine, puluhan orang dinyatakan positif menggunakan narkotika.

Kepala BNNK Binjai, Ucok Ferry, mengatakan seluruh pengunjung yang hasil tes urinenya positif langsung didata, diperiksa, dan menjalani asesmen. Tim pemberantasan juga melakukan pendalaman untuk mengembangkan temuan tersebut.

"Terhadap yang positif langsung dilakukan pendataan, pemeriksaan dan asesmen. Tim pemberantasan melakukan pendalaman, sementara tim rehabilitasi melakukan asesmen untuk proses lebih lanjut," ujar Ucok Ferry.

Namun, hasil operasi tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin puluhan pengguna narkotika dapat ditemukan dalam satu rangkaian razia di beberapa tempat hiburan malam? Dari mana asal narkotika yang mereka konsumsi? Siapa yang memasok? Dan apakah ada jaringan yang selama ini memanfaatkan tempat hiburan malam sebagai lokasi peredaran?


Jangan Berhenti pada Pengguna

Menurut pengamatan WartaGlobal.id, keberhasilan operasi tidak cukup diukur dari banyaknya pengguna yang dinyatakan positif narkotika. Pengguna merupakan mata rantai paling bawah dalam kejahatan narkotika.

Yang ditunggu masyarakat adalah keberanian aparat membongkar jaringan pemasok, kurir, bandar, pengendali peredaran, hingga aliran keuntungan dari bisnis haram tersebut.

Apabila setiap razia selalu menghasilkan puluhan pengguna positif tetapi jaringan peredarannya tidak pernah terungkap secara tuntas, publik tentu akan mempertanyakan efektivitas operasi yang dilakukan.


Usut Peran Penyedia Tempat

WartaGlobal.id menilai aparat juga perlu mendalami peran pengelola atau penyedia tempat hiburan malam apabila dalam proses penyidikan ditemukan bukti adanya pembiaran, fasilitasi, atau bentuk keterlibatan lain terhadap penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pengguna. Jika terdapat bukti yang cukup mengenai keterlibatan pihak pengelola atau pelaku usaha, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk penindakan administratif apabila syaratnya terpenuhi.


Publik Menunggu Hasil, Bukan Sekadar Razia

BNNK Binjai patut diapresiasi karena terus melakukan operasi pemberantasan narkotika. Namun, masyarakat juga berhak mengetahui perkembangan hasil pendalaman yang disampaikan kepada publik.

Apakah operasi ini akan berujung pada pengungkapan jaringan besar? Apakah bandar dan pemasok berhasil ditangkap? Apakah ada pengembangan perkara terhadap pihak lain yang terbukti terlibat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ukuran keberhasilan sesungguhnya.

WartaGlobal.id berpandangan bahwa pemberantasan narkotika harus menghasilkan efek jera yang nyata. Operasi tidak boleh dipersepsikan sekadar kegiatan seremonial yang berulang setiap tahun dengan pola yang sama. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pengungkapan jaringan hingga ke akar, penindakan terhadap setiap pihak yang terbukti terlibat, serta transparansi hasil penyidikan agar kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum terus terjaga.

Selama jaringan peredaran gelap masih mampu beroperasi, selama bandar belum tersentuh, dan selama setiap pihak yang terbukti berperan belum dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum, perang melawan narkotika belum dapat dikatakan tuntas. (IDR)

Redaksi: Investigasiwartaglobal.id

Memuat konten...