Kontroversi di Depan KBRI Phnom Penh: Pekerja Warung Lokal Diduga Jadi "Calo Luar" yang Bebas Keluar-Masuk, KBRI Berjamur Keluhan Migran - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Kontroversi di Depan KBRI Phnom Penh: Pekerja Warung Lokal Diduga Jadi "Calo Luar" yang Bebas Keluar-Masuk, KBRI Berjamur Keluhan Migran

Saturday, 2 May 2026

Phnom Penh, Investigasi WartaGlobal. Id

Suasana di sekitar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh kian memanas. Warga Indonesia, khususnya pekerja migran yang mencari bantuan, mengeluhkan maraknya "calo luar" yang bebas keluar-masuk wilayah KBRI. 

Yang lebih mengejutkan, sebagian calo ini diduga adalah pekerja warung-warung makanan di sepanjang jalan depan kedutaan, yang status izin tinggalnya di Kamboja patut dipertanyakan.


Keluhan ini mencuat dari puluhan pekerja migran Indonesia yang berjuang mengurus dokumen paspor, visa, atau bantuan repatriasi. "Mereka ini bukan petugas resmi KBRI, tapi malah jadi calo: nawarin jasa antre, urus berkas cepat, bahkan janji 'jalur VIP' dengan bayar Rp500 ribu-Rp2 juta per orang," ujar seorang pekerja migran asal Jawa Timur yang enggan disebut namanya, saat ditemui TPF lokasi, Jumat (1/5).

Dugaan Calo dari Pekerja Warung Sebelah KBRI
Pengamatan TPF selama dua hari terakhir menunjukkan, tiga hingga lima pria berpakaian santai—diduga pemilik atau pegawai warung makan dan kopi di trotoar disamping KBRI—rutin berinteraksi dengan antrean massa. 

Mereka membawa map berkas, berbisik dengan pengunjung, dan sesekali masuk gerbang kedutaan dengan alasan "antar dokumen". Satu saksi mata, seorang diaspora Indonesia di Phnom Penh, merekam video pendek yang menunjukkan salah satu calo ini keluar-masuk berkali-kali dalam sehari.

Mencuat Nama " Panji" sangat dekat dan berprofesi sebagai" Kibus Oknum KBRI".
Yang bikin curiga: status mereka sebagai warga negara asing di Kamboja. "Kenapa nggak pulang aja ke Indonesia kalau izin tinggalnya bermasalah? Malah di sini jadi calo, manfaatin posisi deket KBRI. Ini konflik kepentingan, KBRI harus cek siapa yang kasih akses masuk,jangan malah di pelihara"tegas aktivis migran Jawa Timur yang aktif di grup WhatsApp Pekerja Indonesia Kamboja.

KBRI Respons Lambat, Jamur Keluhan Menumpuk
KBRI Phnom Penh belum merespons resmi permintaan konfirmasi TPF hingga berita ini diturunkan. Namun, sumber internal menyebut pimpinan kedutaan sedang evaluasi prosedur keamanan. Data dari Kementerian Luar Negeri RI menunjukkan, sejak 2025, KBRI Phnom Penh menangani 5.000+ kasus migran, termasuk korban penipuan calo. Ironisnya, kasus calo justru makin marak di depan pintu mereka sendiri.

Para migran menuntut transparansi: siapa yang boleh masuk, dan bagaimana mencegah calo memanfaatkan kerumunan. "Kami datang minta bantuan negara, eh malah ditipu orang sebelahnya," keluh seorang korban.

Kasus ini mirip skandal calo di KBRI Bangkok tahun lalu, yang berujung razia imigrasi bersama otoritas Thailand. Apakah Phnom Penh akan jadi yang berikutnya?. 
Memuat konten...