Bali Indonesia,
Bali mulai menampakkan wajah gelap mirip "Kamboja Ke-2" dalam kasus penyekapan korban penipuan daring (scam). Polresta Denpasar menggerebek guest house di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Karang Sari, Kedonganan, Kuta, Badung, Senin (27/4), menyelamatkan 26 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara dan satu warga negara Indonesia (WNI). Mereka diduga korban penyekapan untuk dilatih jadi operator scam, terafiliasi jaringan kriminal Cambodia yang terkenal kejam.
Informasi Intelijen Filipina Jadi Kunci Penggerebekan
Kasus ini terungkap berkat laporan cepat dari Kedutaan Besar Filipina di Jakarta. "Tindakan ini tindak lanjut laporan Kedutaan Filipina soal dugaan penyekapan WNI Filipina yang akan dijadikan operator scam," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, Selasa (28/4). Tim gabungan Reskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta bergerak kilat sore itu, menemukan guest house yang dimodifikasi jadi "markas scam": kamar lantai dua berubah ruang kerja lengkap laptop, iPad, puluhan handphone, koneksi Starlink, dan atribut palsu FBI serta instansi penegak hukum asing.
Barang bukti yang diamankan menunjukkan operasi profesional: perangkat komunikasi canggih, jaringan WiFi khusus, dan props untuk tipu korban online. Para korban, mayoritas Filipina, mengaku dijebak janji kerja, lalu disekap dan dipaksa training scam seperti pig butchering – modus romansa palsuuntuk rampas uang.
Jejak Jaringan Cambodia: Dari Phnom Penh ke Kuta
Investigasi Tim Pencari Fakta WartaGlobal (TPF WG) mengonfirmasi afiliasi dengan sindikat Cambodia, pusat scam Asia Tenggara yang menjebak ribuan migran. Data internal Polri menunjukkan pola serupa: rekrutmen via media sosial dengan tawaran gaji tinggi, lalu penyekapan di lokasi terpencil. Di Cambodia, kasus serupa menewaskan ratusan korban; di Bali, ini bisa jadi pintu masuk baru.
WNI yang terlibat, diduga operator lokal, kini diperiksa. "Kami selidiki peran WNI ini, apakah perekrut atau korban," kata sumber Polresta. Lokasi Kuta strategis: dekat bandara, turis ramai, sulit dilacak – mirip kasus WNI di Cambodia yang sering dilaporkan WartaGlobal.
Ancaman Lebih Luas: Bali Rawan Jadi Sarang Scam
Kasus ini bukan insiden tunggal. Data Imigrasi Bali catat lonjakan visa kerja fiktif 2025-2026, banyak dari Asia Tenggara. Aktivis hak migran khawatir: "Bali jangan jadi Kamboja. Guest house jadi sarang kriminal karena pengawasan lemah," tegas Koordinator Migrant Care Bali.
Pemerintah Bali dan Pusat wajib bertindak: perketat pengawasan guest house, kolaborasi intelijen kedutaan, dan deportasi ketat pelaku. Tanpa itu, Bali berisiko reputasi pariwisata hancur, WNI/WNA terjebak lebih banyak.
Polresta Denpasar janji ungkap dalang. Tapi pertanyaan menggantung: berapa markas lain di Bali? Warga Bali, waspada tawaran kerja mencurigakan.
Tim Pencari Fakta WartaGlobal (TPF WG) akan terus pantau perkembangan.


.jpg)