VIRAL  Pramugari China Southern Picu Keributan di Penerbangan AirAsia: Delay 1,5 Jam dan Pertanyaan Etiquette Internasional - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

VIRAL  Pramugari China Southern Picu Keributan di Penerbangan AirAsia: Delay 1,5 Jam dan Pertanyaan Etiquette Internasional

Friday, 24 April 2026


Chongqing, InvestigasiWartaGlobal. Id
Sebuah insiden keributan di Bandara Chongqing Jiangbei menunda penerbangan AirAsia D7809 rute ke Kuala Lumpur selama lebih dari satu jam. Pelaku, seorang wanita yang mengaku pramugari China Southern Airlines, memprotes penggunaan bahasa Inggris oleh pramugari AirAsia, memicu panggilan polisi bandara.

Kronologi Lengkap Insiden
Penerbangan dijadwalkan lepas landas pukul 02.00 waktu setempat. Setelah semua penumpang boarding, seorang pramugari AirAsia meminta seorang penumpang wanita untuk menghentikan percakapan telepon, menggunakan bahasa Inggris standar prosedur penerbangan.

 Penumpang tersebut, yang mengklaim sebagai pramugari China Southern Airlines, menolak dan menuduh pramugari AirAsia melakukan "狂飙英语" (bahasa Inggris tak jelas).
Dia mempertanyakan: "Mengapa kru penerbangan internasional tidak bisa berbahasa Mandarin?" Konflik escalasi hingga kru memanggil polisi bandara. Penerbangan akhirnya berangkat pukul 03.22, delay 1 jam 22 menit, menurut data Flightradar24 dan laporan awal dari Weibo serta Aviation Herald.

Identitas dan Konteks Pelaku
Identitas penumpang belum dikonfirmasi secara resmi oleh China Southern Airlines. Namun, klaimnya sebagai pramugari menambah kompleksitas: Apakah ini pelanggaran etika internal maskapai China? WartaGlobal mencatat pola serupa di insiden "Saya Tiongkok!!" yang viral di Bali dan bandara Asia Tenggara, di mana penumpang China menuntut layanan berbahasa Mandarin.
Data CAPA Centre for Aviation menunjukkan insiden "passenger rage" dari China naik 30% di rute Asia Tenggara sejak 2025, seiring ledakan wisatawan pasca-COVID.

Respons Pihak Terkait
AirAsia belum merespons permintaan komentar WartaGlobal per 24 April 2026. ICAO (International Civil Aviation Organization) menetapkan bahasa Inggris sebagai standar komunikasi penerbangan global; Mandarin bersifat opsional di rute domestik China. "Ini bukan diskriminasi, tapi protokol keselamatan," kata pakar aviasi Dr. Lin Wei dari Universitas Tsinghua (kutipan dari wawancara sebelumnya soal kasus serupa).
China Southern Airlines juga belum komentar. Polisi bandara Chongqing konfirmasi intervensi, tapi tak ada penahanan.

Dampak dan Implikasi Lebih Luas
Lebih dari 100 penumpang terdampak, berpotensi rugi koneksi dan biaya akomodasi. Kasus mirip di Batik Air (Januari 2026) hasilkan kompensasi hingga Rp5 juta per penumpang berdasarkan EU261-equivalent.

Bagi Indonesia, ini relevan: Bali catat ribuan keluhan turis China vs regulasi lokal. Pemerintah perlu harmonisasi aturan dengan mitra ASEAN-China untuk cegah eskalasi.
WartaGlobal menelusuri: Apakah AirAsia dan China Southern akan investigasi internal? Update menyusul.Netti/*

Sumber: Flightradar24, Aviation Herald, Weibo eyewitness, CAPA Aviation data. Kontak redaksi: [email protected]
Memuat konten...