Bayang-Bayang “Orang Kuat” di Balik Kasus Ketapang: Tersangka Menghilang, Nama Wali Kota Binjai Ikut Terseret - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Bayang-Bayang “Orang Kuat” di Balik Kasus Ketapang: Tersangka Menghilang, Nama Wali Kota Binjai Ikut Terseret

Wednesday, 22 April 2026


Gambar Ilustrasi

InvestigasiWartaGlobal.id | Binjai –  Aroma tak sedap dalam penanganan kasus yang menyeret mantan Kadis Ketapang kota Binjai, Relasen Ginting, kian menyengat. Sejumlah tersangka lain seperti Agung Ramadan, Joko Waskitono, dan Ruman Dawati telah lebih dulu disebut dalam pusaran perkara. Namun publik justru dikejutkan oleh satu nama yang hingga kini belum jelas keberadaannya: Dody Alfayed.

Menghilangnya Dody Alfayed bukan sekadar absensi biasa. Ia disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah. Fakta ini memantik kecurigaan publik: apakah ada “tangan kuat” yang bermain di balik layar?

Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan Dody diduga tidak sekadar menghilang, tetapi sengaja “diamankan” atau dipindahkan untuk menghindari jerat hukum. Jika benar, ini bukan lagi perkara biasa, melainkan indikasi serius adanya upaya menghambat proses hukum.

Yang menjadi pertanyaan besar: di mana aparat penegak hukum? Mengapa satu tersangka bisa seolah lenyap tanpa jejak, sementara nama-nama lain telah lebih dulu diproses?

Minimnya keterangan resmi justru memperlebar ruang spekulasi. Publik mulai merangkai potongan-potongan informasi yang beredar, mengarah pada dugaan adanya keterkaitan antara para tersangka dengan lingkar kekuasaan di Kota Binjai.

Nama Amir Hamzah pun ikut terseret dalam pusaran isu. Meski belum ada bukti hukum yang menguatkan, tekanan publik terus meningkat, menuntut klarifikasi terbuka dan transparan.

Praktisi hukum menilai, jika benar terdapat pihak yang dengan sengaja menyembunyikan tersangka, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai obstruction of justice—tindakan serius yang mengancam integritas penegakan hukum.

“Tidak boleh ada perlakuan berbeda. Jika ada tersangka yang ‘hilang’ karena dilindungi, itu alarm keras bagi penegakan hukum kita,” ujar seorang pengamat hukum.

Kasus ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum: apakah hukum benar-benar berdiri tegak, atau justru tumpul ke atas?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai keberadaan Dody Alfayed maupun klarifikasi langsung dari Wali Kota Binjai. Publik menunggu—bukan sekadar jawaban, tetapi keberanian untuk membuka fakta yang sesungguhnya.


Redaksi: investigasiWartaGlobal.id

Memuat konten...