
Sumut 28/11/2025, InvestigasiWartaGlobal. Id
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, akhirnya menyetujui penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) karena dampak negatifnya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar Danau Toba. Keputusan ini merupakan langkah penting dalam menyelesaikan konflik agraria yang telah berlangsung lama.
PT TPL telah menjadi sorotan karena kerusakan lingkungan, konflik agraria, dan pelanggaran HAM. Perusahaan ini telah menyebabkan deforestasi, hilangnya lahan pertanian, kerusakan keanekaragaman hayati, dan peningkatan risiko banjir dan longsor.
Masyarakat adat Batak telah mempertahankan hak atas tanah ulayat mereka, namun dikriminalisasi dan dianiaya. Penculikan dan penangkapan masyarakat adat yang berjuang untuk hak-hak mereka juga telah terjadi.
Ephorus HKBP, Pendeta Dr. Victor Tinambunan, menuntut penutupan PT TPL karena dampak negatifnya. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak dan organisasi lainnya juga mendesak pemerintah untuk mencabut izin operasional PT TPL.
Dipertanyakan kepadaJenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Maruarar Sirait mendukung penutupan PT TPL. Pemerintah diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk melindungi lingkungan dan hak-hak masyarakat adat di sekitar Danau Toba .
Sudah Puluhan Tahun menghisap untung bagai lintah, ujar warga sekitar.


.jpg)