
Bandar Lampung, WartaGlobal.id - Warga Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Barat, digegerkan oleh penemuan jasad seorang kader Posyandu bernama Wiwik Safitri (50) yang ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di rumahnya pada Minggu, 23 November 2025. Korban diketahui aktif dalam kegiatan Posyandu lingkungan dan dikenal sebagai sosok yang ramah serta dekat dengan warga.
Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian menetapkan keponakan korban, Bima Prasetio (27), sebagai pelaku utama pembunuhan. Pelaku diketahui tinggal bersebelahan dengan rumah korban.
Kapolsek Tanjung Karang Barat membenarkan penangkapan tersebut. Berdasarkan keterangan penyidik, motif pembunuhan berawal dari permintaan pelaku untuk meminjam sekaligus menggadaikan sepeda motor milik korban. Penolakan korban membuat pelaku emosi hingga akhirnya mencekik leher korban sampai meninggal dunia.

“Pelaku kesal karena korban menolak permintaan untuk meminjam dan menggadaikan motor. Setelah itu, pelaku melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal,” ujar salah satu penyidik.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku mengambil sejumlah uang tunai dan membawa kabur sepeda motor korban. Motor tersebut kemudian digadaikan senilai sekitar Rp6 juta. Uang hasil gadai digunakan pelaku untuk menutup utang judi online dan membeli narkoba yang selama ini dikonsumsinya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pelaku sebelumnya pernah dilaporkan korban atas tindakan serupa, yakni menggadaikan motor milik korban tanpa izin. Namun kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak berlanjut ke proses hukum.
Kasus pembunuhan ini akhirnya terungkap setelah pelaku menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tanjung Karang Barat. Polisi langsung menahan pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.
Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Warga sekitar menyampaikan duka mendalam atas kejadian tragis ini. Banyak yang tidak menyangka konflik keluarga dapat berujung pada pembunuhan. Korban dikenal aktif membantu masyarakat melalui Posyandu dan kegiatan sosial lingkungan.
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta riwayat penyalahgunaan narkoba yang dilakukan pelaku. Penyelidikan lanjutan akan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.


.jpg)