- Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog
Sunday, 15 March 2026


Investigasi.WartaGlobal.id — Kepala Desa Wayakuba, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Fardani Kobu-Kobu, tengah menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat hubungan terlarang dengan seorang perempuan saat mengikuti kegiatan retret di Jakarta beberapa waktu lalu, Minggu 15/03.

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, dugaan perselingkuhan tersebut terjadi ketika yang bersangkutan menghadiri agenda kegiatan di Jakarta. Isu ini kemudian menyebar luas di tengah masyarakat Desa Wayakuba dan dikabarkan turut memicu keretakan dalam rumah tangga sang kepala desa.

Dari berbagai informasi yang beredar di kalangan masyarakat, perempuan yang diduga memiliki hubungan dengan Fardani Kobu-Kobu disebut-sebut bekerja sebagai petugas cleaning service di salah satu hotel di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, tempat rombongan kegiatan menginap selama agenda berlangsung.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Kepala Desa Wayakuba itu diduga berniat mengembalikan istrinya ke kampung halaman dan berencana menikahi perempuan yang bekerja di hotel tersebut. Rencana itu disebut-sebut dilakukan tanpa persetujuan dari istri sahnya.

“Kapala desa tu dia mau kawin lagi, tapi tra mau cerai. Dia mau kase pulang dia pe bini, kong dia pe bini tra tarima kalau dia tidak diceraikan,” ungkap salah satu sumber kepada awak media.

Kabar tersebut sontak memicu perhatian masyarakat Halmahera Selatan. Warga menilai, apabila dugaan tersebut benar, maka perilaku seorang pejabat publik seperti kepala desa tidak mencerminkan etika kepemimpinan yang baik serta berpotensi mencoreng citra pemerintahan desa.

Beberapa tokoh masyarakat bahkan mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah tegas dengan memanggil dan melakukan evaluasi terhadap Kepala Desa Wayakuba guna mengklarifikasi kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas aparatur pemerintahan desa sekaligus meredam polemik yang semakin meluas.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Sardani Kobu-Kobu membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki hubungan apa pun dengan perempuan yang disebut-sebut dalam isu tersebut.
“Saya tidak ada hubungan dengan perempuan di hotel. Perempuan itu kerja di hotel juga saya tidak tahu. Torang ke Jakarta itu panitia yang atur semua,” ujarnya.

Meski bantahan telah disampaikan, informasi terkait dugaan hubungan tersebut masih terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih terus melakukan penelusuran serta menghimpun keterangan dari berbagai pihak guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Masyarakat berharap polemik ini segera mendapat kejelasan agar tidak menimbulkan spekulasi liar serta demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa di Kabupaten Halmahera Selatan.




Redaksi: Iswan