Koperasi Desa Merah Putih di Bojonegoro Hentikan Operasional, Karyawan Protes Upah Diduga Tak Sesuai Janji. - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Koperasi Desa Merah Putih di Bojonegoro Hentikan Operasional, Karyawan Protes Upah Diduga Tak Sesuai Janji.

Sunday, 26 July 2026

Bojonegoro, Warta Global – Sejumlah gerai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan menghentikan operasional menyusul aksi protes para karyawan terhadap besaran upah yang diterima. Para pekerja mengaku terdapat perbedaan antara informasi yang mereka peroleh sebelum bekerja dengan realisasi pembayaran yang diterima.

Berdasarkan keterangan para karyawan, mereka sempat dijanjikan memperoleh gaji hingga Rp1,4 juta per bulan. Namun, setelah gerai mulai beroperasi, sebagian pekerja mengaku hanya menerima upah sekitar Rp76 ribu. Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan berujung pada penghentian sementara aktivitas di sejumlah gerai Kopdes.

Selain mempersoalkan nominal gaji, para pengelola dan karyawan juga mengaku tidak pernah menerima perjanjian kerja secara tertulis maupun penjelasan rinci mengenai sistem pengupahan sebelum mulai menjalankan tugas. Mereka menilai ketidakjelasan tersebut menimbulkan ketidakpastian mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja.

Penghentian operasional sejumlah gerai dikhawatirkan dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat yang selama ini memanfaatkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu sarana pemenuhan kebutuhan dan penguatan ekonomi desa.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pengurus Koperasi Desa Merah Putih maupun instansi terkait mengenai penyebab perbedaan pembayaran upah, mekanisme penggajian, serta langkah penyelesaian yang akan ditempuh. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pengelola koperasi dan pemerintah daerah untuk mendapatkan penjelasan yang berimbang sesuai prinsip cover both sides.

"Kami berharap ada kejelasan mengenai sistem penggajian, hak-hak pekerja, dan penyelesaian persoalan ini agar operasional koperasi dapat kembali berjalan normal," ujar salah seorang karyawan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. "Redaksi"

Memuat konten...