Berdasarkan hasil investigasi awak media di lapangan, kerusakan terlihat pada beberapa bagian jalan berupa retakan, lubang, hingga pengelupasan lapisan aspal. Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat karena ruas jalan itu merupakan akses vital yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas warga di wilayah pesisir Loloda.
Warga menilai kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian kualitas pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis proyek sebagaimana mestinya.
“Kami sangat kecewa karena jalan ini baru dikerjakan tetapi sudah banyak retak dan rusak. Padahal anggarannya besar dan jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar salah satu warga kepada media.
Tak hanya menyoroti kualitas pekerjaan fisik, warga juga mempertanyakan lemahnya fungsi pengawasan terhadap proyek tersebut. Salah satu yang ikut disorot ialah peran anggota DPRD Kota Ternate Komisi I berinisial MGB alias Gifar Bopeng yang dinilai belum maksimal menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap kepentingan masyarakat.
Menurut warga, pengawasan yang kuat seharusnya mampu memastikan proyek berjalan sesuai standar mutu dan penggunaan anggaran negara benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah, dinas teknis terkait, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga aparat penegak hukum untuk turun langsung melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan, volume proyek, penggunaan material, serta realisasi anggaran secara transparan dan terbuka kepada publik.
“Jangan sampai proyek miliaran rupiah hanya terlihat bagus dalam laporan administrasi, tetapi di lapangan cepat rusak dan merugikan rakyat. Publik berhak mengetahui bagaimana kualitas pekerjaan dan ke mana anggaran digunakan,” tegas warga.
Sorotan masyarakat terhadap proyek infrastruktur di Halmahera Utara dinilai menjadi alarm penting bagi pemerintah agar pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan diperketat, sehingga anggaran negara benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Redaksi:Arjun


.jpg)