Di Balik Sorotan Proyek Rp17 Miliar Sungai Pinyuh–Sebadu, PT Lonada Tegaskan Pekerjaan Berjalan Sesuai Ketentuan - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Di Balik Sorotan Proyek Rp17 Miliar Sungai Pinyuh–Sebadu, PT Lonada Tegaskan Pekerjaan Berjalan Sesuai Ketentuan

Thursday, 18 June 2026


Kalbar.INVESTIGASI.WARTAGLOBAL.id--Mempawah, 18 Juni 2026, Proyek peninggian badan jalan pada ruas Sungai Pinyuh–Sebadu yang menelan anggaran sekitar Rp17 miliar belakangan menjadi perbincangan publik. Nilai proyek yang cukup besar memunculkan beragam pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait ruang lingkup pekerjaan dan kualitas pelaksanaannya.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, PT Lonada Sinar Hikmat selaku pelaksana proyek akhirnya memberikan penjelasan. Perusahaan menegaskan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung merupakan bagian dari program penanganan banjir yang dirancang untuk mengurangi dampak genangan pada salah satu ruas jalan nasional strategis di Kalimantan Barat.

Direktur PT Lonada Sinar Hikmat, Taufik, mengatakan seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan dokumen kontrak, spesifikasi teknis, dan mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami memahami adanya perhatian dari masyarakat terhadap proyek ini. Namun perlu kami sampaikan bahwa pekerjaan yang berjalan saat ini telah melalui perencanaan teknis dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Taufik.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor 06/PKS/BPJN.12.5.2/2026 tanggal 6 Februari 2026 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Tidak Sekadar Menambah Tinggi Jalan

Bagi masyarakat awam, pekerjaan yang terlihat di lapangan mungkin hanya berupa timbunan tanah atau peninggian badan jalan. Namun dalam dunia konstruksi, pekerjaan penanganan banjir melalui peninggian jalan melibatkan serangkaian tahapan teknis yang kompleks.

Selain pekerjaan timbunan pilihan, proyek juga mencakup penguatan struktur badan jalan, penyesuaian elevasi, perbaikan sistem drainase, pengujian material, penggunaan alat berat, hingga pengawasan mutu secara berkelanjutan.

Karena itu, besaran anggaran suatu proyek tidak dapat diukur hanya dari panjang jalan yang dikerjakan. Banyak komponen teknis yang tidak terlihat secara langsung namun memiliki porsi biaya yang signifikan demi menjamin kualitas dan ketahanan konstruksi dalam jangka panjang.

Pengawasan Dilakukan Berlapis

Dalam pelaksanaannya, proyek ini juga berada di bawah pengawasan konsultan supervisi PT Kurnia Citra Nusa KSO PT Astadipati Duta Harindo.

Konsultan tersebut bertanggung jawab melakukan pengawasan teknis, pengendalian mutu pekerjaan, pemeriksaan material, hingga memastikan setiap item pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa monitoring lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target dan standar yang ditetapkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Keberadaan pengawas independen menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai aturan.

Fakta Lapangan dan Persepsi Publik

Di tengah munculnya sejumlah pemberitaan yang mempertanyakan proyek tersebut, tim media melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan. Dari hasil pengamatan lapangan, aktivitas konstruksi masih berlangsung dan difokuskan pada peninggian badan jalan yang selama ini menjadi titik rawan genangan.

Sejumlah sumber yang memahami pekerjaan konstruksi jalan juga menjelaskan bahwa proyek penanganan banjir memiliki karakteristik berbeda dibanding pekerjaan pemeliharaan jalan biasa karena harus mempertimbangkan faktor hidrologi, daya dukung tanah, hingga keamanan struktur jalan setelah elevasi ditingkatkan.

Hingga saat ini, hasil peninjauan lapangan maupun keterangan dari berbagai pihak belum menemukan fakta yang mengarah pada dugaan penyimpangan sebagaimana yang sempat menjadi perbincangan.

Transparansi dan Pengawasan Publik

Taufik menegaskan bahwa PT Lonada Sinar Hikmat tidak keberatan terhadap pengawasan yang dilakukan masyarakat maupun media. Menurutnya, pengawasan publik merupakan bagian dari proses pembangunan yang sehat selama dilakukan secara objektif dan berdasarkan data yang akurat.

"Kami terbuka terhadap pengawasan dari siapa pun. Yang terpenting adalah informasi yang berkembang di masyarakat tetap berlandaskan fakta sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman," katanya.

Dengan masih berlangsungnya pekerjaan di lapangan, seluruh pihak berharap proyek penanganan banjir pada ruas Sungai Pinyuh–Sebadu dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko banjir serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan di kawasan tersebut.


Editor : Andi Syahbandi


Memuat konten...