Begal Brutal Berkeliaran di Binjai, Publik Pertanyakan Keseriusan Aparat: Mau Tunggu Korban Tewas Baru Bergerak Total? - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Begal Brutal Berkeliaran di Binjai, Publik Pertanyakan Keseriusan Aparat: Mau Tunggu Korban Tewas Baru Bergerak Total?

Wednesday, 13 May 2026

Binjai | InvestigasiWartaGlobal.id — Aksi begal di Kota Binjai kini bukan lagi sekadar kriminalitas jalanan biasa. Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat dibuat hidup dalam ketakutan setelah serangkaian aksi pembegalan brutal terjadi di sejumlah titik rawan. Ironisnya, para pelaku diduga sudah berulang kali beraksi sebelum akhirnya berhasil diringkus aparat.

Pertanyaan besar pun mencuat di tengah masyarakat: ke mana aparat selama ini ketika para pelaku bebas memburu korban di jalanan Kota Binjai?

Teranyar, Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai berhasil mengamankan para terduga pelaku begal pada Selasa, 12 Mei 2026 di kawasan Km 13,5 Jalan Medan–Binjai, Pasar Besar Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.


Dalam video yang beredar luas, para pelaku tampak diamankan petugas setelah sebelumnya sempat menjadi perhatian warga sekitar. Penangkapan tersebut menjadi sorotan lantaran aksi begal di Binjai dinilai semakin brutal dan mengancam keselamatan masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku disebut mengakui telah beberapa kali melakukan aksi begal di Kota Binjai. Pengakuan itu sontak membuat publik geram. Sebab, artinya aksi para pelaku selama ini diduga sudah berlangsung berulang kali tanpa mampu dihentikan secara maksimal.

Sebelumnya, seorang pelajar SMA Negeri bernama Yudha, warga Jalan Sawo 3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, menjadi korban pembegalan brutal di kawasan perkuburan Titi Baru, Kecamatan Binjai Barat, pada Senin pagi (11/5/2026).


Korban kehilangan sepeda motor Honda Vario miliknya setelah ditabrak dari belakang oleh pelaku saat melintas menuju Titi Baru Berngam sekitar pukul 07.00 WIB.

Tidak hanya merampas kendaraan, pelaku juga membacok kedua lengan korban menggunakan parang. Aksi sadis itu terjadi pada pagi hari ketika masyarakat mulai beraktivitas.

Publik menilai kondisi ini sangat memprihatinkan. Kota Binjai yang seharusnya aman bagi pelajar dan masyarakat justru berubah menjadi wilayah rawan kriminalitas jalanan.

Lebih mengejutkan lagi, kasus yang menimpa Yudha ternyata bukan yang pertama.

Seminggu sebelum kejadian tersebut, aksi pembegalan juga dialami anak lelaki dari Putra Irdiansyah, warga Jalan Kemuning, Kecamatan Binjai Utara.


Peristiwa itu terjadi di depan Rumah Makan Mbak Nur, Pasar IV Tandem. Dalam kejadian tersebut, korban juga kehilangan sepeda motor setelah menjadi sasaran pelaku begal.

Namun hingga kini, pelaku dalam kasus tersebut disebut belum berhasil ditangkap.

Situasi ini membuat masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan dan patroli aparat di lapangan. Warga menilai aksi begal di Binjai bukan lagi kejadian sporadis, melainkan sudah seperti jaringan terorganisir yang leluasa bergerak dari satu titik ke titik lainnya.

Diketahui, kedua pelaku yang berhasil diamankan merupakan warga Kelurahan Limau Sundai, dan seorang pelaku lainnya disebut berasal dari warga Km 13,5 Kabupaten Deli Serdang.

Masyarakat kini mendesak Kapolres Binjai beserta jajarannya untuk tidak sekadar melakukan penangkapan parsial demi meredam kemarahan publik. Warga meminta aparat benar-benar melakukan operasi besar-besaran untuk membersihkan para pelaku begal yang selama ini dianggap semakin brutal dan nekat.

Jangan tunggu ada korban meninggal dunia baru semua sibuk bergerak total,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Desakan publik kini semakin kuat agar aparat kepolisian memperketat patroli di kawasan rawan seperti Titi Baru Berngam, Pasar IV Tandem, hingga jalur-jalur sepi yang minim penerangan.

Jika tidak segera ditangani secara serius dan menyeluruh, masyarakat khawatir Kota Binjai akan semakin dikenal sebagai kota rawan begal, sementara warga terus hidup dalam rasa takut setiap kali keluar rumah.

Redaksi : InvestigasiWartaGlobal.id

Editor: Zulkarnain Idrus

Memuat konten...