Phnom Penh, Kamboja – 7 April 2026
Tim Pencari Fakta WartaGlobal mengendus aroma kegagalan total KBRI Phnom Penh dalam menangani krisis 135 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di penampungan Phencentong. Korban berasal dari berbagai daerah: Jakarta, Medan, Aceh, DIY Yogyakarta, Garut, Bandung, Palembang, dan Pekanbaru. Dugaan kuat, KBRI terlibat kerja sama dengan mafia tiket gratis yang menjanjikan imigrasi mudah ke Kamboja, tapi berujung eksploitasi dan korupsi lintas batas.
Fakta Lapangan: Penampungan Neraka di Phnom Penh
Berdasarkan laporan saksi mata dan dokumen internal yang didapat Tim Pencari Fakta WartaGlobal, 135 WNI ini dijebak skema "tiket gratis" yang dipromosikan calo ilegal. Mereka diiming-imingi pekerjaan mudah di Kamboja, tapi kini mengungsi di penampungan Phencentong yang kumuh. Kondisi memprihatinkan: makanan minim, penjagaan ketat mirip penjara, dan ancaman deportasi tanpa hak.
Asal korban: Jakarta (25 orang), Medan (18), Aceh (15), DIY (12), Garut (10), Bandung (20), Palembang (17), Pekanbaru (18).
Modus mafia: Tiket pesawat gratis ditanggung "sponsor", tapi utang dibebankan pasca-tiba dengan bunga gila-gilaan. KBRI diduga tutup mata demi "fee" bawah tangan.
Seorang korban asal Bandung, yang enggan disebut namanya, curhat via WhatsApp: "Kami datang dengan harapan kerja, tapi KBRI bilang 'bayar dulu Rp50 juta per orang untuk proses surat'. Mafia ini kerja sama sama mereka!"
KBRI Kamboja: Gagal Total atau Komplotan Mafia?
KBRI Phnom Penh, yang seharusnya jadi benteng perlindungan WNI, justru dicium "bau bangkai" oleh Tim Pencari Fakta. Data internal menunjukkan:
Sejak Januari 2026, 200+ kasus serupa dilaporkan, tapi hanya 20% ditangani tanpa "biaya tambahan".
Dugaan korupsi: Petugas imigrasi KBRI diduga ambil potongan 20-30% dari mafia tiket gratis untuk mempercepat visa dan repatriasi.
Kegagalan tugas: Protokol evakuasi darurat diabaikan; korban dibiarkan berbulan-bulan tanpa bantuan medis atau hukum.
Ini bukan kasus pertama. Tahun lalu, WartaGlobal ungkap skema serupa di Sihanoukville yang libatkan pejabat KBRI. Kini, Phencentong jadi penampungan terbaru korban trafficking kerja.
Seruan Tajam: Pemerintah Pusat Harus Bongkar Mafia dan Korupsi KBRI
Kementerian Luar Negeri RI harus segera audit KBRI Phnom Penh. Mafia tiket gratis ini bukan hanya calo kecil—mereka punya jaringan hingga Jakarta dan Medan, dengan KBRI sebagai "pintu gerbang" berbayar. Tanpa tindakan tegas, ribuan WNI lain bakal jadi korban berikutnya.
Presiden Prabowo, saatnya bersihkan korupsi di luar negeri. Evakuasi 135 WNI ini sekarang—gratis, tanpa uang suap!
Tim Pencari Fakta WartaGlobal akan terus pantau dan update bukti dokumen. Sumber:
Wawancara korban, dokumen KBRI bocor, dan rekaman calo.


.jpg)