Tuduhan Gila: KBRI Kamboja Mesra dengan Scammer? Bongkar Lambatnya Respons - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Tuduhan Gila: KBRI Kamboja Mesra dengan Scammer? Bongkar Lambatnya Respons

Saturday, 7 March 2026
!


Kamboja, 7/3/2026, InvestigasiWartaGlobal. Id
Jurnalis investigasi Netti Herawati tuding KBRI Phnom Penh tak proaktif dan terkesan lambat tangani 5.264 WNI terjebak sindikat scam daring, picu spekulasi liar: apakah ada hubungan mesra dengan perusahaan scammer Kamboja? "Respons birokratis bikin WNI terkatung—deadline razia April 2026 mengintai, tapi hanya 1.252 pulang hingga Maret," tegas Netti dari Phnom Penh.

Hotline KBRI juga diSorotkarena Slow respon. 

Tuduhan Lambat ResponsInvestigasi Netti ungkap keluhan berulang: 
WNI lapor diri sejak Januari, tapi proses SPLP, exit visa, dan keringanan denda overstay makan waktu berminggu-minggu—3.595 dinyatakan bukan korban TPPO, 743 dijadwalkan pulang Feb-Mar, tapi ribuan nunggu., klaim fasilitasi setara dan koordinasi Polri-Imigrasi RI, tapi Netti: "Lonjakan 520 bahkan lebihaduan/hari tak ditangani kilat, terkesan tutup mata." Kasus kambuhan seperti CR (pulang 2022, balik scam) tambah curiga.

Benarkah Kolusi Scammer?Belum ada bukti konkret hubungan mesra KBRI-scammer, tapi lambatnya evakuasi picu tudingan: mengapa tak razia dini atau blokir perekrut ilegal? KBRI catat 5.088 kasus 2025, tapi 2026 meledak pasca razia PM Hun Manet—2.117 lapor Januari saja.

Netti desak transparansi: "Publikasikan data kolusi jika ada, atau percepat pulang 590+ WNI tersisa sebelum deportasi paksa."Seruan Mendesak Netti hubungkan dengan surat terbuka ke DPR Komisi III: negara wajib hadir cepat, audit KBRI, satgas anti-scam. "Jika mesra scammer, buka data—kebebasan WNI tak boleh jadi korban birokrasi!" Kasus ini peringatan: Kamboja komit razia, Indonesia jangan ketinggalan.

Mentri Ham Wajib Hadir terkait keselamatan jiwa WNI di Kamboja.