Phnom Penh, Kamboja – Laporan Investigasi Tim Pencari Fakta WartaGlobal Oleh: Jurnalis Hafiz WNI Terjebak Neraka Scammer di Kamboja: Disetrum, Minum Urin, dan Kelaparan di Pinggir Jalan – KBRI Janji Evakuasi Penampungan Minggu Depan - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Phnom Penh, Kamboja – Laporan Investigasi Tim Pencari Fakta WartaGlobal Oleh: Jurnalis Hafiz WNI Terjebak Neraka Scammer di Kamboja: Disetrum, Minum Urin, dan Kelaparan di Pinggir Jalan – KBRI Janji Evakuasi Penampungan Minggu Depan

Friday, 13 March 2026



Phnom Penh , 13/3/2026,InvestigasiWartaGlobal.Id

Ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) terperangkap dalam mimpi buruk di Kamboja, tak mampu pulang setelah razia besar-besaran polisi dan militer Thailand membabat sarang scammer dan judi online (judol) di perbatasan Poipet dan O Smach.

 Mereka – korban perdagangan orang (TPPO) yang dijebak lowongan kerja palsu dari teman dan kerabat – kini terlantar di penampungan, hostel kumuh, bahkan emperan toko. Hanya makan sehari sekali, tidur di taman, dan trauma penyiksaan brutal oleh atasan sesama WNI.Penerbangan ke Phnom Penh seperti terbang ke zona merah: pesawat nyaris kosong, hanya belasan penumpang termasuk awak kabin. Pembatasan ketat masuk Kamboja bagi WNI – bahkan via perbatasan Thailand atau Vietnam – membuat investigasi Tim Pencari Fakta WartaGlobal ini epik sekaligus mendebarkan. Surat izin resmi Kemenlu (5-15 Maret 2026) membuka portal, mengungkap kisah kelam yang disembunyikan.Penyiksaan Sadis ala Atasan Indonesia

Survivor menceritakan neraka hidup: seorang korban ditendang pelipis hingga berdarah, disetrum listrik puluhan kali, dan dipaksa minum urin atasan. "Kalau target scam tak tercapai, push-up atau scott jump 500 kali. Gaji dipotong habis kalau atasan tak suka wajahmu," ujar salah satu saksi mata yang lolos. Dua korban lain, diimingi "marketing hotel" oleh teman, kabur dari Kampot tanpa bekal. Mereka sembunyi di rawa-rawa hutan, jalan kaki dua hari penuh sebelum capai kota.

Tak semuanya penjahat sukarela. Sebagian besar korban TPPO, tertipu sanak saudara. Yang lain bangga jadi scammer bertahun-tahun, tapi kini terjebak tanpa kerja. Saat ini, sekitar 5.000 WNI terlantar: penampungan dekat bandara lama Phnom Penh penuh sesak. 


KBRI janji kosongkan minggu depan, tapi survivor bilang proses lambat, banyak yang kelaparan.Razia Thailand Picu Krisis Kemanusiaan
Razia Thailand musnahkan markas ilegal, tinggalkan WNI tanpa status. "Mereka tinggal di sini bertahun-tahun, tapi tak bisa pulang tanpa pekerjaan," kata sumber di lokasi. 
Bagaimana nasif ribuan WNI DiKamboja? Ll

Pemerintah Indonesia? KBRI aktif, tapi investigasi ini tanya: mengapa tak cegah sejak awal? Lowongan palsu via medsos dan grup WhatsApp jadi jebakan mematikan.

Fakta lapangan: WNI tidur di taman, makan seadanya,intinya sangat miris. 
 Beberapa survivor trauma berat, butuh konseling. Tanpa intervensi cepat, krisis ini bisa membengkak – ancaman bagi diaspora Indonesia di Asia Tenggara.

Tim Pencari Fakta WartaGlobal akan pantau evakuasi minggu depan. Data diverifikasi langsung di Phnom Penh, 13 Maret 2026