Imigrasi Medan Diserbu Masyarakat : Kebebasan Tarik: Munculnya Isu Dokumen Palsu dan Respons Kemanusiaan di Sumatera Utara - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Imigrasi Medan Diserbu Masyarakat : Kebebasan Tarik: Munculnya Isu Dokumen Palsu dan Respons Kemanusiaan di Sumatera Utara

Friday, 13 February 2026


Medan, 13/2/2026, Investigasi WartaGlobal. Id
 Dalam sebuah aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor Wilayah Imigrasi Sumatera Utara, sekelompok aktivis yang tergabung dalam FOR-PHAM melakukan protes terhadap penahanan Tarik, seorang warga negara Indonesia yang dituduh menggunakan dokumen palsu. Para demonstran, yang dipimpin oleh Koordinator aksi Rahmatsah, Johan Merdeka, Awaluddin Harahap, dan Debby, mengemukakan seruan tegas agar Tarik dibebaskan dari tuduhan yang mereka anggap tidak berdasar.

Aksi ini dilakukan dengan membawa spanduk berisi kecaman terhadap pihak imigrasi dan memanfaatkan mobil pengeras suara untuk menyampaikan orasi. Dalam orasi mereka, para demonstran menegaskan pentingnya pemulihan hak kebebasan Tarik serta mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian Hukum dan HAM untuk membuktikan tuduhan secara transparan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

"Dokumen kependudukan Tarik tercatat sah, mulai dari Kartu Keluarga, KTP, akta kelahiran, hingga paspor," ungkap Debby di hadapan massa yang berkumpul. Mereka mengklaim bahwa semua dokumen yang dimiliki Tarik berada dalam keadaan valid dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam situasi ini, aspek kemanusiaan menjadi sorotan utama. Para demonstran menekankan bahwa penanganan kasus ini seharusnya mempertimbangkan prinsip-prinsip hak asasi manusia. "Kami meminta agar pihak berwenang tidak hanya fokus pada tuduhan, tetapi juga memperhatikan hak-hak Tarik sebagai warga negara," tambah Johan Merdeka.

Penahanan Tarik telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai potensi penyalahgunaan kekuasaan serta perlunya perlindungan terhadap warga negara dalam menghadapi tuduhan yang mungkin tidak adil. Aksi ini menjadi panggilan bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menegakkan hukum dan memastikan bahwa setiap individu mendapatkan perlakuan yang adil serta sesuai dengan hukum.

Selama demonstrasi, FOR-PHAM menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan dicapai bagi Tarik. Mereka mengajak masyarakat untuk turut serta dalam memonitor perkembangan kasus ini dan mendukung perjuangan hak asasi manusia di Indonesia.

Dengan kondisi ini, publik diharapkan dapat lebih kritis dan peka terhadap isu-isu yang berkaitan dengan kebebasan dan keadilan. Kasus Tarik bukan hanya sekadar sebuah tuduhan, tetapi juga sebuah cerminan dari sistem hukum dan perlindungan hak asasi manusia di negara ini.