BBM Subsidi Diduga Disalahgunakan, Warga Desa Jikotamo Soroti Pangkalan CV. Tiga Sekawan - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

BBM Subsidi Diduga Disalahgunakan, Warga Desa Jikotamo Soroti Pangkalan CV. Tiga Sekawan

Sunday, 15 February 2026

Hal-Sel, INVESTIGASI. – Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis minyak tanah dan solar di Desa Jikotamo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel), kembali menuai sorotan. Warga menduga terjadi penyalahgunaan distribusi oleh pangkalan CV. Tiga Sekawan yang disebut-sebut tidak menyalurkan BBM subsidi secara tepat sasaran. Senin, 16//02/2026.


Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh jatah minyak tanah maupun solar bersubsidi dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, sebagai wilayah kepulauan yang bergantung pada distribusi laut dan aktivitas nelayan serta usaha kecil, ketersediaan BBM subsidi sangat vital bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Salah satu sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pangkalan CV. Tiga Sekawan milik Nasigudin Ladolo diduga lebih banyak menyalurkan BBM subsidi kepada pihak tertentu dibandingkan kepada masyarakat umum yang berhak.“Setiap kali BBM masuk, kami sering tidak kebagian. Alasannya stok habis. Tapi di lapangan kami melihat ada penyaluran ke alat berat dan pengusaha. Ini yang membuat kami resah,” ungkap sumber tersebut kepada awak media.

Ia menjelaskan, solar subsidi kerap disalurkan kepada pengusaha alat berat dalam jumlah besar. Bahkan dalam satu kali distribusi, disebutkan bisa mencapai satu hingga dua drum. Sementara warga yang datang membeli untuk kebutuhan rumah tangga atau nelayan kecil justru harus pulang dengan tangan kosong.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat kurang mampu, nelayan kecil, petani, serta usaha mikro yang sangat bergantung pada harga energi terjangkau. Jika benar dialihkan kepada pelaku usaha skala lebih besar, maka hal tersebut berpotensi melanggar ketentuan distribusi yang telah diatur pemerintah.

Warga Desa Jikotamo berharap instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, dapat turun langsung melakukan pengawasan dan audit terhadap pola distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut. Mereka menilai perlu ada transparansi data penerima dan jumlah pasokan yang masuk agar tidak terjadi dugaan penyelewengan.“Kalau memang distribusinya sesuai aturan, silakan dibuka saja datanya. Berapa stok masuk, berapa yang disalurkan ke masyarakat. Supaya jelas dan tidak ada kecurigaan,” tambah sumber itu.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, pihak CV. Tiga Sekawan melalui pemiliknya, Nasigudin Ladolo, membantah telah melakukan penyalahgunaan. Ia mengakui bahwa sebagian BBM subsidi memang disalurkan kepada pengusaha alat berat, namun menurutnya hal itu masih dalam batas kewajaran.“Memang ada penyaluran ke alat berat, biasanya satu sampai dua drum. Setelah itu sisanya kami salurkan ke masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa keterbatasan kuota menjadi salah satu kendala sehingga tidak semua warga bisa terlayani setiap kali distribusi tiba. Menurutnya, pihak pangkalan telah berupaya membagi stok secara proporsional sesuai kondisi di lapangan.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan keresahan warga. Mereka tetap mendesak agar ada pengawasan lebih ketat dari instansi terkait guna memastikan BBM subsidi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

Hingga berita ini diterbitkan, warga berharap adanya langkah konkret dari pihak berwenang dalam hal ini disperindag dan pihak kepolisian Polres Halmahera Selatan untuk menelusuri dugaan tersebut, sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi di Desa Jikotamo berjalan transparan, adil, dan sesuai peruntukan.

Redaksi: wan