“Pengukuhan Pramuka Sumut: Pemko Binjai Ambil Peran Strategis Lewat Penunjukan Chairin sebagai Koordinator Sumut I” - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

“Pengukuhan Pramuka Sumut: Pemko Binjai Ambil Peran Strategis Lewat Penunjukan Chairin sebagai Koordinator Sumut I”

Monday, 24 November 2025

InvestigasiWartaGlobal.id | Binjai — Agenda pengukuhan dan pelantikan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksaan Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Sumatera Utara Masa Bakti 2025–2030 digelar megah di Aula Raja Inal Siregar. Namun, di balik seremoni yang tampak khidmat itu, muncul dorongan kuat agar kepengurusan baru tidak terjebak pada rutinitas upacara tanpa aksi nyata.

Pelantikan dipimpin oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, yang secara terbuka mengingatkan seluruh jajaran agar segera bekerja, bukan hanya menikmati jabatan.


“Pramuka adalah organisasi pembentuk karakter. Jika pengurus hanya hadir saat pelantikan tetapi absen saat masyarakat membutuhkan, itu pengkhianatan terhadap amanah,” tegas Budi Waseso dalam sambutannya.

Sorotan publik semakin kuat setelah hadirnya Pj. Sekda Kota Binjai sekaligus Ketua Kwarcab Binjai, H. Chairin F. Simanjuntak, yang turut dikukuhkan sebagai Koordinator Sumut 1. Penunjukan tersebut dinilai strategis sekaligus menjadi tantangan. Jabatan itu bukan hanya simbol prestise, tetapi harus dibuktikan lewat kinerja, penguatan jaringan, dan kontribusi nyata untuk Kota Binjai maupun kawasan Sumut I.


Chairin menegaskan komitmennya untuk mendorong Pramuka menjadi organisasi yang tidak hanya muncul di baliho, tetapi benar-benar aktif di lapangan.

“Kami harus bergerak, membangun kolaborasi tanpa batas, dan memastikan Pramuka menjadi motor pendukung program Sumut Berkah yang selaras dengan visi-misi Kota Binjai dan Provinsi Sumut,” ujarnya.

Acara turut diramaikan oleh penampilan pemain biola muda berbakat asal Binjai, Melvern Lorance dari SMP Methodist Binjai. Hadirnya bakat lokal ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembinaan generasi muda tidak boleh berhenti pada simbol-simbol formal, tetapi harus menyentuh pengembangan kapasitas dan karakter.


Kehadiran rombongan pembina Kwarcab Binjai juga menjadi bukti dukungan kuat agar kepengurusan baru tidak sekadar berganti nama, tetapi benar-benar menunjukkan perubahan.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan berlanjut dengan Rapat Kerja Kwarda Sumut, yang menurut sejumlah sumber internal menjadi forum penentuan arah kebijakan lima tahun ke depan. InvestigasiWartaGlobal.id mencatat bahwa masyarakat menunggu apakah rapat tersebut akan melahirkan program konkret, transparan, serta penguatan peran Pramuka di sektor sosial dan kebencanaan — atau justru berhenti sebagai dokumen yang tidak pernah dieksekusi.

Sinyal publik sudah jelas: Pramuka harus kembali menjadi garda depan pembinaan generasi muda, bukan sekadar agenda protokoler yang hadir setahun sekali.

Reporter: Mhd. Dzaki Zuris
Editor: Zulkarnain Idrus