By
Mulyadi
FKPB Bantah Sanggahan PT.Vale Terkait Persoalan di Pakumanu, Aril : Mana Bukti Kami Anarkis
By
Mulyadi
-
 |
Potongan Video aksi warga Pakumanu |
Luwu Timur,Investigasi.Wartaglobal.id - Terkait berita sanggahan PT. Vale yang dalam narasinya mengatakan
bahwa dalam aksi yang di lakukan oleh Forum Komukasi Pakumanu Bersatu (FKPB) di jalan Menuju PLTA Larona Desa Balambano Kecamatan Wosuponda Kabupaten Luwu Timur, Sulsel telah terjadi tindakan anarkis.
Menurut Aril, tuduhan tersebut adalah Opini tanpa dasar dan menyesatkan. Sebab tindakan anarkis seperti yang dituduhkan sampai hari ini tidak dapat dibuktikan.
" Sebelum aksi kami dilakukan lebih dulu kami layangkan surat pemberitahuan ke Polres Luwu Timur, jadi sekiranya dalam tuntutan kami terjadi tindakan anarkis tentunya sudah ada pihak yang mendokumentasikan dan sampai hari ini PT. Vale tidak dapat membuktikan tuduhan tersebut, " tutur Aril.
Aril dalam keterangan tertulisnya mengatakan sangat keberatan adanya tuduhan tersebut, " bahwa itu adalah tuduhan tanpa dasar kalau betul kami lakukan tindakan seperti yang dituduhkan kami minta PT. Vale berikan buktinya, " ungkap aril geram dan sangat keberatan dengan tuduhan menejemen PT.Vale.
Lanjut kata Aril, Aksi yang kami lakukan semata-mata adalah bentuk protes yang kami lakukan di jalan masuk PLTA larona, hanya minta dilakukan pemerataan tenaga kerja mengingat Pakumanu salah Wilayah pemberdayaan PT. Vale. terkait menghalangi kendaraan masuk bukankah itu salah satu bagian dari aksi demonstrasi yang dilakukan di jalan dan aksi yang kami lakukan sama dengan aksi-aksi yang lain luar sana.
Perlu diketahui pula bahwa pernyataan PT. Vale katanya sudah ada 10 orang telah diakomodir melakukan kontrak dengan vendor PT. Vale (PT.LAM) saat itu, disini perlu kami jelaskan bahwa pernyataan tersebut adalah berita hoaks alias mengada-ada tanpa bukti.
" Yang benar adalah baru 6 orang sementara yang sudah diakomodir dan kontrak ke PT-LAM dan itupun disetujui saat usai Aksi tanggal 13 Maret setelah terjadinya kesepakatan yang kami buat bersama pihak external, DSS, Kepolisian, dan Peserta Aksi, sementara aksi yang dilaporkan pihak Menejemen PT.Vale adalah Aksi di tanggal 12 Maret, jadi belum ada tenaga kerja yang diakomodir PT. Vale saat itu lalu lebih dulu PT. Vale mengklaim ada 10 orang sudah diakomodir lalu kami dilaporkan," ungkap Aril dengan nada menahan emosi.
 |
Berita Acara dibuat Eksternal PT. Vale Yang menjadi dasar Tuntutan Warga |
" Kalau yang 4 orang itu di PT.Bujaya Karya Makmur(BKM), perlu kami tegaskan pula bahwa itu bukan bagian dari hasil akomodir fihak External PT.Vale apalagi hasil kesepakatan, namun ke 4 orang itu memang mengikuti prosedur perekrutan yang dibuat oleh PT.BKM dan sebelumnya ke 4 orang ini telah mengikuti proses pendaftaran rekrutmen, " paparnya.
Kemudian kemarin pada saat di ruang penyidikan Polres Luwu Timur Aril diperlihatkan foto oleh penyidik, foto saling tengang antara kami dan pihak DSS dan dijelaskan Aril bahwa kejadian yang ada di foto memang benar kejadian itu hanya adu mulut tidak ada kekerasan sedikit pun, dan hal itupun kami menduga sebelumnya sudah ada by desain untuk memprovokasi suasana dan memancing aksi kami, dimana saat itu kami perhatikan salah satu oknum dari DSS yang memancing adu mulut bersama kami saat itu, dan sebelumnya Oknum DSS ini terlihat berkumpul bersama puluhan aparat kepolisian yang berjarak kurang lebih 50 m dari titik kumpul kami saat itu.
Dan setelah oknum tersebut berjalan mengarah kepada kami oknum DSS tersebut lalu diikuti oleh 3 unit mobil dan dibarengi beberapa oknum kepolisian dan security maharani yang sudah posisi mengangkat Handphone (hp) seolah sudah siap untuk mengambil gambar atau video, namun kami sudah mengetahui tujuan mereka hingga kami tidak terpancing untuk melakukan hal-hal yang bisa melanggar hukum, Dan yang terjadi cuman adu mulut dengan oknum DSS tersebut kalau tidak salah namanya Pak Sadirman dari Malili, dan pada saat terjadi adu mulut tak satu pun oknum polisi yang nampak melerai, Dan sekiranya saat itu terjadi kekerasan atau anarkis pastinya pihak keamanan (kepolisian) sudah pasti ada ditengah-tengah kami untuk melerai." kata Aril dalam keterangannya.
 |
Nampak Salah satu Petinggi Polres ada di Lokasi Aksi Rabu 13/03/25 ikut menandatangani berita kesepakatan Pihak PT. Vale dan Warga Pakumanu |
Selain tuduhan mengada-ada Aril juga menambahkan bahwa setelah aksi kami lakukan di hari Rabu 12/3, sontak pihak PT. Vale saat itu juga menghentikan pasokan air sebagai jatah air bersih untuk warga pakumanu di wilayah pemberdayaan PT. Vale sendiri. Dan setelah kami pertanyakan di external PT. Vale mereka jawab katanya penghentian pasokan air bersih sebagai kebutuhan dasar warga ternyata dampak dari aksi yang kami lakukan memang kejam ini PT.Vale, Hak dasar berupa air bersih saja untuk kami warga di pakumanu dihentikan.
Lanjut dimalam harinya datang lagi 3 orang DSS yang salah satu dari mereka melakukan ancaman pelaporan, jadi kami harap PT.Vale profesional memberikan informasi yang akurat juga jangan membuat tuduhan-tuduhan tanpa dasar bukti yang kuat karena kami juga warga punya hak pemberdayaan di pakumanu dan sekitarnya," singkat Aril.
Untuk diketahui air bersih baru kembali disalurkan PT. Vale ke warga pakumanu setelah ada kesepakatan di tanggal 13 Maret, di sore harinya.
KALI DIBACA
 |
Potongan Video aksi warga Pakumanu |
Luwu Timur,Investigasi.Wartaglobal.id - Terkait berita sanggahan PT. Vale yang dalam narasinya mengatakan
bahwa dalam aksi yang di lakukan oleh Forum Komukasi Pakumanu Bersatu (FKPB) di jalan Menuju PLTA Larona Desa Balambano Kecamatan Wosuponda Kabupaten Luwu Timur, Sulsel telah terjadi tindakan anarkis.
Menurut Aril, tuduhan tersebut adalah Opini tanpa dasar dan menyesatkan. Sebab tindakan anarkis seperti yang dituduhkan sampai hari ini tidak dapat dibuktikan.
" Sebelum aksi kami dilakukan lebih dulu kami layangkan surat pemberitahuan ke Polres Luwu Timur, jadi sekiranya dalam tuntutan kami terjadi tindakan anarkis tentunya sudah ada pihak yang mendokumentasikan dan sampai hari ini PT. Vale tidak dapat membuktikan tuduhan tersebut, " tutur Aril.
Aril dalam keterangan tertulisnya mengatakan sangat keberatan adanya tuduhan tersebut, " bahwa itu adalah tuduhan tanpa dasar kalau betul kami lakukan tindakan seperti yang dituduhkan kami minta PT. Vale berikan buktinya, " ungkap aril geram dan sangat keberatan dengan tuduhan menejemen PT.Vale.
Lanjut kata Aril, Aksi yang kami lakukan semata-mata adalah bentuk protes yang kami lakukan di jalan masuk PLTA larona, hanya minta dilakukan pemerataan tenaga kerja mengingat Pakumanu salah Wilayah pemberdayaan PT. Vale. terkait menghalangi kendaraan masuk bukankah itu salah satu bagian dari aksi demonstrasi yang dilakukan di jalan dan aksi yang kami lakukan sama dengan aksi-aksi yang lain luar sana.
Perlu diketahui pula bahwa pernyataan PT. Vale katanya sudah ada 10 orang telah diakomodir melakukan kontrak dengan vendor PT. Vale (PT.LAM) saat itu, disini perlu kami jelaskan bahwa pernyataan tersebut adalah berita hoaks alias mengada-ada tanpa bukti.
" Yang benar adalah baru 6 orang sementara yang sudah diakomodir dan kontrak ke PT-LAM dan itupun disetujui saat usai Aksi tanggal 13 Maret setelah terjadinya kesepakatan yang kami buat bersama pihak external, DSS, Kepolisian, dan Peserta Aksi, sementara aksi yang dilaporkan pihak Menejemen PT.Vale adalah Aksi di tanggal 12 Maret, jadi belum ada tenaga kerja yang diakomodir PT. Vale saat itu lalu lebih dulu PT. Vale mengklaim ada 10 orang sudah diakomodir lalu kami dilaporkan," ungkap Aril dengan nada menahan emosi.
 |
Berita Acara dibuat Eksternal PT. Vale Yang menjadi dasar Tuntutan Warga |
" Kalau yang 4 orang itu di PT.Bujaya Karya Makmur(BKM), perlu kami tegaskan pula bahwa itu bukan bagian dari hasil akomodir fihak External PT.Vale apalagi hasil kesepakatan, namun ke 4 orang itu memang mengikuti prosedur perekrutan yang dibuat oleh PT.BKM dan sebelumnya ke 4 orang ini telah mengikuti proses pendaftaran rekrutmen, " paparnya.
Kemudian kemarin pada saat di ruang penyidikan Polres Luwu Timur Aril diperlihatkan foto oleh penyidik, foto saling tengang antara kami dan pihak DSS dan dijelaskan Aril bahwa kejadian yang ada di foto memang benar kejadian itu hanya adu mulut tidak ada kekerasan sedikit pun, dan hal itupun kami menduga sebelumnya sudah ada by desain untuk memprovokasi suasana dan memancing aksi kami, dimana saat itu kami perhatikan salah satu oknum dari DSS yang memancing adu mulut bersama kami saat itu, dan sebelumnya Oknum DSS ini terlihat berkumpul bersama puluhan aparat kepolisian yang berjarak kurang lebih 50 m dari titik kumpul kami saat itu.
Dan setelah oknum tersebut berjalan mengarah kepada kami oknum DSS tersebut lalu diikuti oleh 3 unit mobil dan dibarengi beberapa oknum kepolisian dan security maharani yang sudah posisi mengangkat Handphone (hp) seolah sudah siap untuk mengambil gambar atau video, namun kami sudah mengetahui tujuan mereka hingga kami tidak terpancing untuk melakukan hal-hal yang bisa melanggar hukum, Dan yang terjadi cuman adu mulut dengan oknum DSS tersebut kalau tidak salah namanya Pak Sadirman dari Malili, dan pada saat terjadi adu mulut tak satu pun oknum polisi yang nampak melerai, Dan sekiranya saat itu terjadi kekerasan atau anarkis pastinya pihak keamanan (kepolisian) sudah pasti ada ditengah-tengah kami untuk melerai." kata Aril dalam keterangannya.
 |
Nampak Salah satu Petinggi Polres ada di Lokasi Aksi Rabu 13/03/25 ikut menandatangani berita kesepakatan Pihak PT. Vale dan Warga Pakumanu |
Selain tuduhan mengada-ada Aril juga menambahkan bahwa setelah aksi kami lakukan di hari Rabu 12/3, sontak pihak PT. Vale saat itu juga menghentikan pasokan air sebagai jatah air bersih untuk warga pakumanu di wilayah pemberdayaan PT. Vale sendiri. Dan setelah kami pertanyakan di external PT. Vale mereka jawab katanya penghentian pasokan air bersih sebagai kebutuhan dasar warga ternyata dampak dari aksi yang kami lakukan memang kejam ini PT.Vale, Hak dasar berupa air bersih saja untuk kami warga di pakumanu dihentikan.
Lanjut dimalam harinya datang lagi 3 orang DSS yang salah satu dari mereka melakukan ancaman pelaporan, jadi kami harap PT.Vale profesional memberikan informasi yang akurat juga jangan membuat tuduhan-tuduhan tanpa dasar bukti yang kuat karena kami juga warga punya hak pemberdayaan di pakumanu dan sekitarnya," singkat Aril.
Untuk diketahui air bersih baru kembali disalurkan PT. Vale ke warga pakumanu setelah ada kesepakatan di tanggal 13 Maret, di sore harinya.
No comments:
Post a Comment