JAKARTA, WartaGlobal.id Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) kembali melakukan perombakan besar dalam struktur jabatan perwira tinggi dan perwira menengah. Sebuah Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 memuat daftar mutasi dan pengangkatan dalam jabatan baru terhadap sedikitnya 89 personel Polri.
Dokumen tersebut mencantumkan sejumlah pergeseran strategis, mulai dari jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Wakapolda, pejabat utama Mabes Polri, hingga posisi strategis di lingkungan Bareskrim, Baharkam, Lemdiklat, Divpropam dan sejumlah satuan lainnya.
Mutasi ini bukan sekadar perpindahan jabatan administratif. Dari daftar yang tercantum, terlihat adanya pergeseran sejumlah figur pada posisi-posisi kunci dalam rantai komando kepolisian, termasuk beberapa jabatan Kapolda di wilayah strategis.
Kapolda bergeser, sejumlah daerah mendapat wajah baru
Salah satu perubahan mencolok adalah Irjen Pol. Dadang Hartanto, yang dalam telegram tersebut tercatat diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya, menggantikan posisi sebelumnya. Sementara Irjen Pol. Suwondo Nainggolan diangkat sebagai Kapolda Maluku.
Perubahan juga terjadi di Jawa Barat. Irjen Pol. Pipit Rismanto tercatat dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri dengan penugasan pada Kementerian KUMHAM, sedangkan Irjen Pol. Hengki diangkat menjadi Kapolda Banten.
Di Jawa Tengah, Irjen Pol. Nanang Avianto diangkat sebagai Kapolda Jawa Timur, sementara posisi Kapolda Jawa Tengah diberikan kepada Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo. Pada saat yang sama, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan diangkat sebagai Kapolda Jawa Tengah dalam daftar telegram tersebut.

Sumatera juga mengalami pergeseran
Perubahan struktur terjadi di sejumlah wilayah Sumatera. Telegram mencatat Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy dimutasikan dari jabatan Kapolda Sumatera Barat menjadi Pati Mabes Polri untuk penugasan pada BRAN. Jabatan Kapolda Sumbar kemudian diisi Irjen Pol. Jawari.
Untuk Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri dengan penugasan luar struktur, sementara Brigjen Pol. Rony Samtana diangkat sebagai Kapolda Sumsel.
Sementara di Jambi, Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri penugasan luar struktur, dan Irjen Pol. Widodo diangkat sebagai Kapolda Jambi.
Untuk Sumatera Utara, telegram mencantumkan Irjen Pol. Whisnu Hermawan F. diangkat menjadi Kapolda Sumut, sedangkan Brigjen Pol. Sonny Irawan diangkat menjadi Kapolda Sumut dalam daftar yang sama.6
Bareskrim dan jabatan strategis ikut dirombak
Perubahan tidak berhenti pada jajaran kewilayahan. Struktur Bareskrim juga mengalami pergeseran. Komjen Pol. Syahardiantono dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri dengan penugasan pada KSP, sementara Irjen Pol. Asep Safrudin diangkat sebagai Kabareskrim Polri.
Di jajaran Bareskrim, telegram juga mencatat pengangkatan sejumlah pejabat baru, termasuk Brigjen Pol. Suhermanto sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri serta sejumlah pergeseran pejabat pada fungsi tindak pidana khusus, narkoba dan fungsi penyidikan lainnya.
Bukan sekadar rotasi biasa
Yang menarik, telegram tersebut tidak hanya memuat perpindahan antarjabatan. Beberapa perwira ditempatkan untuk penugasan di luar struktur Polri, antara lain pada kementerian/lembaga seperti Kementerian ATR/BPN, Kementerian KUMHAM, Kementerian KLH/BPLH, Kementerian Komdigi hingga BNN.
Dokumen juga menyebut sejumlah personel dimutasikan sebagai Pati dalam rangka pensiun, sementara sebagian lainnya dipindahkan ke posisi baru di lingkungan pendidikan dan pengembangan Polri.
Dengan jumlah mencapai 89 posisi/personel yang tercantum, gelombang mutasi ini menjadi salah satu perubahan struktur komando yang cukup luas. Telegram tersebut pada bagian akhir meminta para Pati dan Pamen yang mengalami mutasi agar segera melaksanakan tugas baru, paling lambat empat belas hari setelah telegram ditetapkan.
Catatan redaksi: Rilis ini disusun berdasarkan dokumen Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 "/* Isbat Usman


.jpg)