Pelanggan Keluhkan Pembatalan VPS PHP ID Hosting, Permintaan Pengembalian Dana Belum Menemui Kepastian
Publisher
Admin Global
-
Thursday, 27 August 2026
Ilustrasi Pelanggang Kehilangan dana untuk VPS PHP.ID
Bandar Lampung, Investigasi.WartaGlobal.id - Seorang pelanggan lama PHP ID Hosting mengeluhkan layanan VPS yang dinilai tidak dapat digunakan sesuai kebutuhan. Pelanggan meminta pembatalan dan pengembalian dana sebesar Rp534.000, tetapi hingga percakapan berakhir belum memperoleh kepastian penyelesaian.
Pada 27 Agustus 2026, seorang pelanggan bernama Inisial "IS" menghubungi layanan pelanggan PHP ID Hosting untuk menanyakan status VPS yang baru dibelinya. Kebingungan bermula ketika pelanggan menemukan bahwa alamat IP VPS sama dengan alamat IP yang digunakan untuk mengakses cPanel.
Pelanggan khawatir VPS yang dipesan menjadi tidak terpakai karena sebelumnya sudah mempunyai akses cPanel. Dalam percakapan tersebut, pihak PHP ID Hosting awalnya menjelaskan bahwa kesamaan alamat IP dapat menunjukkan cPanel berjalan di dalam VPS.
“Jika IP di menu cPanel juga 194.233.65.45, berarti cPanel berjalan di VPS dan VPS Kakak memang terpakai,” demikian penjelasan layanan pelanggan.
Namun, pelanggan menyampaikan bahwa cPanel tersebut sudah dapat diakses sebelum VPS dipesan. Hal itu membuat pelanggan mempertanyakan alasan pemesanan VPS baru jika layanan tersebut ternyata berkaitan dengan akses cPanel yang sudah dimilikinya.
“Kalau tahu digabung, buat apa saya pesan lagi VPS,” kata pelanggan dalam percakapan tersebut.
Menanggapi keberatan itu, layanan pelanggan menyatakan masih perlu melakukan pemeriksaan kepada tim terkait. Pihak PHP ID Hosting juga sempat menyampaikan permintaan maaf karena penjelasan sebelumnya dinilai kurang jelas.
Pelanggan Meminta Pembatalan VPS
Pada pukul 18.48 WIB, pelanggan secara resmi menyampaikan keinginannya untuk membatalkan VPS. Permintaan itu muncul karena VPS disebut tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kliennya.
Pelanggan mengaku telah mencoba melakukan pengaturan sejak siang, termasuk melalui SSH dan penambahan domain, tetapi belum berhasil. Ia juga mengatakan kondisi tersebut membuatnya berisiko harus mengganti kerugian klien.
Pihak layanan pelanggan sempat menyatakan permintaan pembatalan akan diteruskan kepada tim untuk ditinjau. Bukti pembayaran melalui QRIS sebesar Rp534.000 kepada IPAYMU pada 27 Agustus 2026 juga telah disampaikan dalam percakapan.
Pelanggan kemudian memberikan data rekening bank untuk keperluan pengembalian dana. Nomor rekening tersebut tidak dicantumkan dalam pemberitaan ini demi melindungi data pribadi.
Akan tetapi, dalam percakapan yang sama muncul jawaban berbeda dari pihak PHP ID Hosting. Pelanggan diberi tahu bahwa pembelian tidak dapat dibatalkan karena dianggap telah menyetujui keterangan dan fasilitas yang tercantum saat pemesanan.
“Maaf tidak bisa ya, Kak. Membeli artinya sudah setuju karena di keterangan sudah ada apa saja yang didapat,” tulis pihak PHP ID Hosting.
Respons Dinilai Tidak Konsisten
Percakapan menunjukkan adanya beberapa jawaban yang berbeda. Pada satu sisi, pelanggan diberi tahu bahwa pembatalan dan pengembalian dana akan diteruskan kepada tim. Namun, pada sisi lain, terdapat jawaban yang menyatakan pembatalan tidak dapat dilakukan.
Pelanggan juga beberapa kali meminta perkembangan penanganan karena harus memberikan jawaban kepada kliennya. Setelah menunggu cukup lama, ia kembali menghubungi pihak PHP ID Hosting pada pukul 19.25 WIB, 19.34 WIB, dan 19.42 WIB.
Pada pukul 20.00 WIB, pihak PHP ID Hosting menyatakan bahwa persoalan pelanggan dengan kliennya bukan menjadi tanggung jawab perusahaan. Pihak layanan pelanggan juga mempertanyakan apakah pelanggan telah membaca keterangan produk sebelum membeli VPS.
“Masalah dari kliennya itu bukan tanggung jawab dari kita,” demikian salah satu jawaban yang tercantum dalam percakapan.
Pelanggan menilai tanggapan tersebut tidak menunjukkan penyelesaian yang diharapkannya. Ia menyebut telah lama menggunakan berbagai layanan PHP ID Hosting dan sering merekomendasikannya kepada klien.
“Saya banyak layanan di PHP ID dan banyak merekomendasikan ke klien. Jangan hanya karena ini saya jadi dirugikan,” ujar pelanggan.
Karena belum mendapatkan kepastian pembatalan maupun pengembalian dana, pelanggan menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke pihak berwenang apabila tidak ada iktikad baik dari penyedia layanan.
Menunggu Klarifikasi Resmi
Berdasarkan catatan percakapan yang diterima, sengketa ini berpusat pada dugaan kesalahpahaman mengenai hubungan antara layanan cPanel dan VPS, kendala penggunaan SSH serta penambahan domain, dan belum jelasnya kebijakan pembatalan setelah pembayaran dilakukan.
Hingga percakapan berakhir, belum terdapat keputusan tertulis mengenai apakah VPS dapat dibatalkan atau dana sebesar Rp534.000 akan dikembalikan. Pernyataan bahwa permintaan sedang diperiksa oleh tim juga belum disertai nomor tiket, batas waktu penanganan, ataupun hasil keputusan resmi.
Berita ini disusun berdasarkan catatan percakapan antara pelanggan dan pihak yang mengatasnamakan layanan pelanggan PHP ID Hosting pada 27 Agustus 2026. PHP ID Hosting tetap memiliki hak jawab dan ruang untuk memberikan klarifikasi, termasuk mengenai ketentuan pembelian, status layanan VPS, kendala teknis, serta kebijakan pengembalian dana.