
Jakarta, Investigasi Warta Global – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengedit wajah, membuat avatar digital, maupun menghasilkan foto profesional. Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya penggunaan layanan AI yang memanfaatkan foto wajah sebagai bahan pemrosesan.
BSSN menegaskan bahwa wajah merupakan data biometrik yang bersifat unik dan tidak dapat diganti apabila telah disalahgunakan. Berbeda dengan kata sandi yang masih bisa diubah, kebocoran data biometrik berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang bagi pemiliknya.
Menurut BSSN, penggunaan foto wajah pada layanan AI tanpa memperhatikan aspek keamanan dapat membuka peluang terjadinya pencurian identitas, pembuatan konten deepfake, hingga berbagai bentuk penipuan digital yang memanfaatkan identitas seseorang.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih cermat sebelum mengunggah foto ke platform AI. Pengguna disarankan memilih aplikasi yang memiliki reputasi baik dan tepercaya, memahami kebijakan privasi serta penggunaan data yang diterapkan oleh penyedia layanan, serta menghindari membagikan informasi pribadi secara berlebihan.
BSSN juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap keamanan data pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Kemudahan yang ditawarkan AI harus diimbangi dengan sikap waspada agar data biometrik tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Lindungi data pribadimu untuk menjaga keamanan di ruang digital. Gunakan AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab," demikian imbauan BSSN kepada masyarakat.
Seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, BSSN mengajak seluruh pengguna internet untuk menjadikan perlindungan data pribadi sebagai prioritas utama. Kewaspadaan dalam memilih layanan digital dinilai menjadi langkah awal untuk mencegah penyalahgunaan identitas dan berbagai ancaman siber yang terus berkembang. (Kamal)


.jpg)