Saat Suami Bertaruh Nyawa dan Mengadu Nasib di Tambang Demi Keluarga, ASN Guru SD di Obi Selatan Diduga Jalani Hubungan Gelap dengan Pria Lain. - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Saat Suami Bertaruh Nyawa dan Mengadu Nasib di Tambang Demi Keluarga, ASN Guru SD di Obi Selatan Diduga Jalani Hubungan Gelap dengan Pria Lain.

Thursday, 25 June 2026

Halmahera Selatan, WartaGlobal.Id Di balik kerasnya kehidupan para pekerja tambang yang rela meninggalkan keluarga demi mencari nafkah, tersimpan kisah pahit yang kini menjadi sorotan publik. Seorang pria asal Kabupaten Halmahera Selatan harus menelan kekecewaan mendalam setelah rumah tangga yang selama ini dipertahankannya dari kejauhan diduga runtuh akibat perselingkuhan sang istri.

Pria yang akrab disapa Fandi itu selama bertahun-tahun bekerja di salah satu perusahaan tambang di Pulau Obi. Jauh dari istri dan Keluarga, ia menjalani rutinitas berat dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan keluarga serta membangun masa depan yang lebih baik. Namun perjuangan tersebut justru berujung pada kenyataan yang menurutnya sangat menyakitkan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Tim Investigasi WartaGlobal.Id, istri Fandi yang diketahui bernama Nurhaya Hi. Yusup, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai guru di SD Negeri 228 Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, diduga menjalin hubungan khusus dengan seorang pria bernama ALDI.

Dugaan hubungan terlarang itu disebut telah berlangsung sejak September 2025. Yang menjadi perhatian, hubungan tersebut tidak lagi dilakukan secara tertutup. Sejumlah informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa keduanya diduga kerap terlihat bersama secara terbuka, bahkan disebut tidak segan menunjukkan kedekatan mereka di hadapan masyarakat sekitar.

Lebih memprihatinkan lagi, Fandi mengaku menerima laporan dari keluarga dan kerabat dekat bahwa Aldi diduga beberapa kali mendatangi rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal Nurhaya bersama Suami. Kehadiran pria tersebut di lingkungan keluarga disebut menimbulkan keresahan dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat setempat.

Bagi Fandi, persoalan ini bukan sekadar konflik rumah tangga biasa. Ia menilai apa yang terjadi telah melukai kepercayaan yang selama ini dibangun melalui pengorbanan dan kerja kerasnya sebagai tulang punggung keluarga.

"Saya bekerja jauh dari rumah untuk mencari nafkah. Semua yang saya lakukan demi keluarga dan Istri Tercinta. Tetapi saya sangat kecewa ketika mendengar dan mengetahui hubungan mereka sudah berlangsung cukup lama. Yang membuat saya lebih sakit, karena laki-laki itu tahu Nurhaya masih berstatus istri saya," ungkap Fandi kepada Tim Investigasi WartaGlobal.Id.

Menurutnya, berbagai informasi yang diterimanya berasal dari keluarga sendiri, termasuk kerabat yang mengaku menyaksikan kedekatan keduanya. Awalnya ia menganggap kabar tersebut hanya isu atau gosip semata. Namun setelah menerima keterangan dari beberapa pihak yang berbeda, ia mulai meyakini bahwa hubungan tersebut memang terjadi.

Kasus ini juga memunculkan pertanyaan mengenai integritas dan etika aparatur negara. Sebagai tenaga pendidik, ASN tidak hanya dituntut menjalankan tugas profesional di lingkungan kerja, tetapi juga diharapkan mampu menjaga sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

Fandi mengaku akan meminta penjelasan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan terkait mekanisme pembinaan pegawai serta langkah yang dapat diambil apabila terdapat ASN yang diduga melakukan tindakan yang berpotensi mencoreng citra institusi pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim WartaGlobal.Id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Nurhaya Hi. Yusup maupun Aldi terkait tudingan yang disampaikan. Sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik, hak jawab dan hak klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.

Peristiwa ini menjadi gambaran tentang rapuhnya kepercayaan dalam sebuah rumah tangga ketika komunikasi dan komitmen tidak lagi berjalan seiring. Di saat seorang suami berjuang di lokasi kerja yang jauh dari keluarga, dugaan pengkhianatan justru menjadi luka yang sulit disembuhkan.

"Saya tidak mencari keributan. Saya hanya ingin mengetahui kebenaran dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah terjadi. Sebab selama ini saya bekerja dan berjuang hanya untuk keluarga saya," tutup Fandi. "Tim Investigasi (IBAM)"

Memuat konten...