TERNATE, InvestasiWartaGlobal.id– Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 menuai gelombang kritik dari masyarakat. Kegiatan keagamaan yang menghabiskan anggaran hibah sekitar Rp5 miliar itu justru digelar di ruang bawah tanah (basement) Masjid Raya Shaful Khairaat, Sofifi. Rabu 24/06.
Fakta tersebut memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, MTQ merupakan agenda prestisius yang melibatkan peserta dari 10 kabupaten/kota dan seharusnya menjadi wajah syiar Islam di Maluku Utara. Namun, kondisi pelaksanaan yang berlangsung di ruang terbatas dinilai jauh dari kesan megah dan representatif.
Ketua LIRA Maluku Utara, Said Alkatiri, secara tegas mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran yang nilainya mencapai miliaran rupiah tersebut.
"Publik berhak bertanya, ke mana anggaran Rp5 miliar itu digunakan jika pelaksanaan MTQ saja berlangsung di basement? Ini bukan kegiatan kecil, melainkan agenda provinsi yang membawa nama baik daerah," tegas Said.
Menurutnya, persoalan ini bukan semata soal lokasi kegiatan, tetapi menyangkut akuntabilitas penggunaan uang rakyat. Ia menilai pemerintah harus membuka secara rinci seluruh komponen belanja MTQ agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.
Sorotan juga diarahkan kepada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Maluku Utara sebagai penanggung jawab kegiatan. Hingga kini, masyarakat menunggu penjelasan terbuka mengenai rincian penggunaan dana yang disebut mencapai Rp5 miliar tersebut.
"Jangan sampai kegiatan yang bertujuan memuliakan Al-Qur'an justru meninggalkan pertanyaan besar tentang pengelolaan anggarannya. Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan," lanjutnya.
Desakan pun menguat agar lembaga pengawas dan aparat penegak hukum melakukan penelusuran apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran. Publik menilai keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lancarnya perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana dana daerah digunakan secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kini, perhatian masyarakat Maluku Utara tertuju kepada Pemerintah Provinsi dan panitia pelaksana. Penjelasan yang terbuka dan rinci dinilai menjadi langkah penting untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang terkait pelaksanaan MTQ XXXI yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.
Redaksi: Iswan


.jpg)