BPBD Turun, Warga Desa Babang Desak Bukti Kerja Nyata: “Jangan Datang Ukur dan Foto, Lalu Hilang” - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

BPBD Turun, Warga Desa Babang Desak Bukti Kerja Nyata: “Jangan Datang Ukur dan Foto, Lalu Hilang”

Thursday, 11 June 2026

Halmahera Selatan, WartaGlobal.Id Di tengah banjir yang merendam rumah-rumah warga Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan bergerak cepat turun ke lokasi. Namun di balik respons darurat tersebut, muncul pertanyaan yang lebih dalam dari warga: apakah kunjungan kali ini akan berujung pada pekerjaan fisik, atau hanya menjadi rangkaian pendataan tanpa tindak lanjut?

Warga menyambut kedatangan tim dengan dua sikap sekaligus: berharap dan curiga. Harapan muncul karena pemerintah akhirnya hadir di lokasi terdampak. Kecurigaan muncul karena mereka mengaku sudah terlalu sering melihat pola yang sama pejabat datang, lokasi diukur, foto diambil, lalu persoalan tak kunjung selesai.

“Kami tidak menolak pemerintah datang. Tapi pengalaman sebelumnya membuat warga kecewa. Jangan hanya ukur lokasi dan foto-foto, lalu tidak ada pekerjaan fisik. Yang kami butuhkan adalah rumah warga terselamatkan dari banjir,” ujar Rustam Ibram, mewakili masyarakat setempat.

Jejak Keluhan Lama

Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa keluhan utama warga berpusat pada kondisi Kali Mati, alur sungai yang disebut tidak lagi berfungsi normal sebagai jalur pembuangan air. Setiap hujan dengan intensitas tinggi, air meluap ke permukiman dan merendam rumah warga.

Sejumlah warga mengaku pemerintah daerah telah beberapa kali meninjau lokasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, menurut mereka, belum terlihat proyek penanganan permanen yang dapat mengurangi risiko banjir.

Sorotan warga

  1. Tim pemerintah beberapa kali datang ke lokasi banjir.

  2. Warga melihat pengukuran dan dokumentasi dilakukan di lapangan.

  3. Normalisasi Kali Mati belum terlihat berjalan.

  4. Banjir kembali masuk ke rumah warga saat hujan deras.

  5. Masyarakat kini menuntut pekerjaan fisik yang dapat diuji hasilnya.

Pengawalan Keluarga Bupati Jadi Perhatian

Fakta lain yang menarik perhatian warga adalah keterlibatan Zulaibam Hi Ali, adik sepupu Bupati Halmahera Selatan. Ia terlihat mendampingi masyarakat saat tim BPBD berada di lokasi dan disebut ikut mengawal penyampaian aspirasi warga.

Keberadaan anggota keluarga bupati di tengah warga menimbulkan dua tafsir. Sebagian warga menilai hal itu sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk memastikan penanganan tidak berhenti di meja administrasi. Namun sebagian lainnya menegaskan bahwa yang paling penting bukan siapa yang datang, melainkan apakah hasil akhirnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami akan terus kawal sampai ada pekerjaan fisik dan selesai dikerjakan. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu,” kata seorang warga yang hadir saat peninjauan berlangsung.

Fokus investigasi berikutnya

  1. Apakah peninjauan BPBD akan diikuti penetapan status penanganan yang jelas?

  2. Apakah ada alokasi anggaran untuk normalisasi Kali Mati atau pembangunan drainase permanen?

  3. Kapan pekerjaan fisik dimulai dan siapa pelaksananya?

  4. Bagaimana mekanisme pengawasan agar proyek tidak berhenti pada tahap survei?

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengenai rencana teknis, anggaran, maupun jadwal pelaksanaan penanganan banjir di Desa Babang.

Bagi warga, ukuran keberhasilan pemerintah bukan lagi jumlah kunjungan lapangan, melainkan apakah air yang hari ini masuk ke rumah-rumah mereka bisa dicegah agar tidak kembali terulang pada musim hujan berikutnya. "Tim Investigasi"

Memuat konten...