
JEMBER, Jawa Timur, Investigasi WartaGlobal. Id
Tiga tahun rusak berat, tiga tahun pula siswa SDN Sumberrejo 09 dibiarkan belajar di tempat yang tak layak. Atap jebol, ruang kelas tak bisa dipakai, tapi Dinas Pendidikan Kabupaten Jember cuma bisa jawab: “Belum ada anggaran. Sabar.”
Sekolah yang berlokasi di Dusun Watuulo, RT/RW 01/36, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu ini hancur sejak 2023. Atap beberapa ruang kelas ambrol, bangunan retak di sana-sini. Alih-alih diperbaiki, siswa justru dipindah ke ruang perpustakaan sempit dan area parkir sekolah.
“Kepala Sekolah Muh. Witoyo sudah berkali-kali kirim proposal ke Dinas Pendidikan Jember. Ditinjau sudah, ditanya terus sudah. Jawabannya selalu sama: belum ada anggaran,” ujar salah satu guru di sekolah tersebut.
*Belajar di Parkiran, Ini Namanya Pendidikan?*
Selama tiga tahun, proses belajar mengajar berantakan. Anak-anak dipaksa menyesuaikan diri dengan kondisi darurat yang dibiarkan permanen. Ruang perpustakaan yang sempit dan area parkir jadi pengganti ruang kelas. Tidak aman, tidak nyaman, jauh dari standar pendidikan layak.
Ini bukan sekadar kelalaian administrasi. Ini soal hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman dan layak.
*PROGIB Jatim Serang Lambannya Dinas Pendidikan*
Kasatgas Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) DPW Jawa Timur, Agus MO, angkat bicara. Ia menilai Dinas Pendidikan Jember lamban dan abai terhadap nasib siswa di Sumberrejo 09.
“Ini menyangkut hak pendidikan dan keselamatan generasi penerus bangsa. Pejabat terkait harus turun langsung ke lapangan, jangan cuma rapat di meja dan beralasan tidak ada dana,” tegas Agus MO.
Ia menyoroti kontras antara kondisi di lapangan dengan jargon pemerintah yang gencar bicara soal kemajuan pendidikan nasional. “Sudah tiga tahun tidak ada perubahan. Ini tidak seharusnya terjadi,” katanya.
Agus menyatakan akan segera melayangkan laporan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Tujuannya satu: paksa negara hadir dan pastikan siswa mendapatkan ruang belajar yang layak, aman, dan manusiawi.
Jika anggaran jadi alasan, maka pertanyaannya sederhana: ke mana prioritas anggaran pendidikan Jember selama ini? Sementara anak-anak di Ambulu harus bertaruh keselamatan demi tetap bisa sekolah di parkiran.Netti/*


.jpg)