Hal-Sel, INVESTIGASI. — Dugaan keterlibatan seorang oknum anggota TNI berinisial MB dalam aktivitas penyaluran ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kecamatan Obi Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, yang sebelumnya ramai diberitakan dan menjadi sorotan publik, akhirnya mendapat tanggapan langsung dari yang bersangkutan. Sabtu, 23/05/2026.
Oknum Babinsa yang bertugas di Desa Madapolo, Koramil 1509-02/Obi tersebut memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai tudingan yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam penjelasannya kepada sejumlah pihak, MB membantah keras dirinya terlibat dalam praktik bisnis maupun penjualan BBM subsidi secara ilegal sebagaimana yang dituduhkan sebelumnya.
Menurut MB, keberadaan dirinya di sekitar aktivitas distribusi BBM selama ini murni berkaitan dengan tugas pengamanan wilayah sebagai aparat teritorial yang memiliki tanggung jawab menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya saat pasokan BBM tiba di wilayah Obi Timur.
Ia menegaskan, solar yang selama ini diterimanya dari pihak PMS bukan merupakan hasil praktik ilegal ataupun bentuk kerja sama bisnis tertentu. MB menyebut hal itu hanyalah bentuk penghargaan atau perhatian dari pihak pengelola APM atas keterlibatannya membantu pengamanan distribusi BBM di lapangan.
“Yang diberikan itu bukan untuk dijual atau diperdagangkan kembali. Itu bentuk perhatian karena saya ikut membantu pengamanan saat pasokan minyak atau kapal pengangkut BBM masuk. Jadi jangan dipelintir seolah-olah saya bermain BBM subsidi,” ujar MB saat memberikan klarifikasi kepada awak media.
MB juga memaparkan bahwa selama bertugas dirinya selalu berupaya menjaga loyalitas terhadap institusi dan atasannya. Ia mengaku beberapa kali memberikan sebagian rezeki yang diperolehnya kepada atasannya sebagai bentuk kepedulian dan dedikasi, bukan sebagai jatah ataupun bagian dari praktik tertentu sebagaimana isu yang berkembang.
Menurutnya, hubungan antara bawahan dan atasan dalam lingkungan tugas teritorial selama ini lebih mengedepankan rasa kekeluargaan dan kepedulian sosial antaranggota.
Tak hanya membantah tudingan keterlibatan dalam penyaluran BBM subsidi ilegal, MB juga menegaskan dirinya tidak memiliki kaitan dengan nomor telepon tak dikenal yang sebelumnya diduga melakukan penekanan maupun intimidasi terhadap wartawan usai pemberitaan terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut diterbitkan.
Ia mengaku tidak mengetahui identitas pihak yang menggunakan namanya maupun membawa-bawa nama Danramil dalam komunikasi bernada ancaman tersebut. Menurut MB, tindakan itu diduga dilakukan oleh pihak tertentu yang tidak senang dan merasa iri terhadap dirinya maupun lingkungan tugas mereka.
“Saya tidak tahu soal nomor itu. Kalau ada yang mengatasnamakan saya atau Danramil untuk mengintimidasi wartawan, itu bukan dari kami. Bisa saja ada pihak lain yang sengaja ingin memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Di sela waktu terpisah, awak media juga melakukan konfirmasi langsung kepada Danramil 1509-02/Obi, Kapten Inf Nursahid, terkait berbagai isu yang berkembang. Dalam keterangannya, Kapten Nursahid mengaku bahwa pemberian tertentu dari anggota kepada atasan terkadang terjadi sebagai bentuk loyalitas maupun rasa kepedulian sosial antaranggota.
Menurutnya, hal tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan dugaan praktik pelanggaran hukum tanpa adanya bukti yang jelas dan objektif.“Kadang anggota memang ada yang memberikan sesuatu sebagai bentuk loyalitas dan keprihatinan kepada atasannya. Itu lebih kepada hubungan kepedulian sesama anggota,” ungkap Kapten Inf Nursahid.
Terkait adanya nomor tak dikenal yang diduga melakukan intimidasi terhadap insan pers dengan mengatasnamakan dirinya, Kapten Nursahid menegaskan pihaknya tidak pernah memerintahkan siapapun melakukan tekanan terhadap wartawan maupun pihak media.
Ia menilai tindakan mencatut nama Danramil untuk melakukan intimidasi merupakan bentuk kejahatan sekaligus fitnah yang harus diusut secara serius.“Kalau ada komunikasi yang membawa nama Danramil untuk menekan wartawan, itu tindakan yang tidak benar. Itu fitnah dan kami juga merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Pelakunya harus dicari supaya jelas maksud dan tujuannya,” tegasnya.
Redaksi: wan


.jpg)