Indonesia NO Toleran DIJANJIKAN KERJA, BERUJUNG DISEKAP: POLRESTABES SURABAYA BONGKAR MARKAS SCAMMING INTERNASIONAL JEPANG-CHINA - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Indonesia NO Toleran DIJANJIKAN KERJA, BERUJUNG DISEKAP: POLRESTABES SURABAYA BONGKAR MARKAS SCAMMING INTERNASIONAL JEPANG-CHINA

Friday, 8 May 2026


SURABAYA Jatim Indonesia Investigasi WartaGlobal. Id
Berawal dari janji pekerjaan, berakhir dalam penyekapan. Itulah fakta pilu yang diungkap Polrestabes Surabaya di balik markas scamming internasional jaringan Jepang-China.

Para pelaku yang diamankan ternyata bukan otak sindikat. Mereka adalah korban. Dijanjikan kerja legal dengan gaji besar, tapi setibanya di lokasi, paspor langsung disita. Kunci keluar dirampas. Yang tersisa hanya pilihan: menipu orang lain, atau disiksa.

Modus Lama, Korban Baru  
Sindikat ini beroperasi rapi. Rekrutmen via media sosial. Iklan lowongan kerja di luar negeri dengan iming-iming gaji dolar, fasilitas mewah, proses cepat. Syaratnya gampang. Terlalu gampang untuk jadi legal.

Begitu korban tiba, topeng dibuka. Paspor disita. HP disadap. Mereka dipaksa masuk ke bilik-bilik sempit, duduk di depan komputer 12 jam sehari. Tugasnya satu: menipu. Menjadi operator scammer yang menyasar korban dari Jepang, China, hingga Indonesia.

Tidak capai target, dipukul. Melawan, disekap. Kabur, diancam dibunuh. Ini bukan kantor. Ini penjara berkedok perusahaan.

Mereka menggunakan atribut Polisi  lengkap
Ataupun investasi dll

Polisi Dobrak Markas 
Penggerebekan dilakukan Tim Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah menerima laporan keluarga korban. Lokasinya disamarkan sebagai ruko biasa. Di dalam, puluhan WNI ditemukan dalam kondisi tertekan. Trauma. Lapar. Sebagian sudah bekerja berbulan-bulan tanpa dibayar.

Barang bukti disita: puluhan unit komputer, ratusan sim card, skrip penipuan dalam bahasa Mandarin dan Jepang, serta catatan aliran dana lintas negara.

Para korban kini diamankan dan ditangani sebagai saksi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Sementara koordinator lapangan dan perekrut lokal sudah ditahan untuk diproses hukum.

Peringatan Keras: 
Jangan Tergiur Gaji Dolar Instan
Kasus ini jadi tamparan keras. Di tengah sulitnya lapangan kerja, sindikat perdagangan orang menjual mimpi. Kerja di luar negeri, gaji besar, hidup enak. Ujungnya, jadi budak digital di markas scammer.

Polrestabes Surabaya menegaskan: waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas legalitasnya. Cek perusahaan perekrut di BP2MI. Jangan pernah serahkan paspor ke siapapun kecuali petugas imigrasi resmi. Kalau terlalu muluk, itu jebakan.

Negara tidak boleh kalah. Imigrasi, Polri, BP2MI harus bergerak lebih cepat dari sindikat. Karena hari ini mereka jual lowongan kerja palsu. Besok, anak kita yang jadi korban.

Janji pekerjaan jangan sampai jadi tiket menuju penyekapan. Sekali masuk, nyawa taruhannya.

#PolrestabesSurabaya #TPPO #ScammingInternasional #WaspadaLoker #ImigrasiUntukRakyat
Memuat konten...