Hal-Sel, INVESTIGASI. – Komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Desa Sayoang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu (01/04/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kodim 1509/Labuha dan dihadiri langsung oleh Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Syamsul, S.I.P., Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, S.E., perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Camat Bacan Timur, kepala desa, tokoh adat, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan.
Dalam sambutan Pangdam XV/Pattimura yang dibacakan pada acara tersebut, disampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah teritorialnya. Kehadiran TNI tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga aktif mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Jembatan ini memiliki nilai strategis karena menghubungkan Desa Sayoang dengan Desa Yaba serta menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat, terutama bagi para petani yang setiap hari melintasi sungai untuk mengangkut hasil kebun,” demikian kutipan sambutan Pangdam yang dibacakan dalam kegiatan tersebut.
Selama ini, warga Desa Sayoang dan sekitarnya kerap mengalami kesulitan saat hendak menyeberangi sungai, terutama ketika musim hujan tiba. Debit air yang meningkat hingga mencapai sekitar dua meter membuat penyeberangan menjadi berbahaya dan sering kali menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.
Pembangunan Jembatan Garuda dirancang dengan panjang sekitar 10 meter dan melintasi sungai dengan lebar kurang lebih 8 meter. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menjadi solusi permanen atas persoalan mobilitas yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat.
Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Syamsul dalam keterangannya menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum, serta partisipasi aktif masyarakat. Ia menilai, kolaborasi tersebut menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya proyek fisik semata, tetapi juga simbol kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. Kami berharap kehadiran jembatan ini nantinya benar-benar dapat meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya.
Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 1509/Labuha, atas kepedulian dan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah yang akses infrastrukturnya masih terbatas.
Menurut data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 677 kepala keluarga dan sekitar 350 petani akan merasakan langsung manfaat dari keberadaan Jembatan Garuda. Selain mempermudah akses antar desa, jembatan ini juga diproyeksikan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya transportasi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan groundbreaking berlangsung dengan khidmat dan tertib. Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari unsur TNI dan pemerintah daerah, kemudian prosesi peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan secara resmi.
Setelah prosesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan testimoni dari Kepala Desa Sayoang yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah dan TNI terhadap kebutuhan masyarakat desanya. Ia berharap pembangunan jembatan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh warga.
Pangdam XV/Pattimura melalui sambutannya juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Peran serta masyarakat dinilai sangat penting agar jembatan yang nantinya berdiri kokoh tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang dan tidak mengalami kerusakan akibat kelalaian.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Groundbreaking Jembatan Garuda ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat di daerah terpencil.
Redaksi: wan


.jpg)