
investigasi.wartaglobal.id / TEHERAN – Komandan milisi Irak, Ayoub Falih Hassan Al-Rubaie, yang lebih dikenal dengan julukan Abu Azrael, dilaporkan telah tiba di Teheran, Iran. Kehadirannya di ibu kota Iran tersebut terekam dalam sejumlah unggahan media sosial di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam rekaman yang beredar, figur yang terafiliasi dengan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) ini terlihat berinteraksi dengan warga lokal di jalanan Teheran. Ia tidak datang sendirian, melainkan didampingi oleh sejumlah anggota kelompoknya.
Profil dan Rekam Jejak
Abu Azrael mulai mendapatkan perhatian luas sejak keterlibatannya dalam konflik Irak. Berikut adalah beberapa poin latar belakangnya:
Latar Belakang: Sebelum terjun ke dunia militer, ia merupakan seorang dosen universitas dan memiliki latar belakang sebagai atlet taekwondo.
Karier Militer: Ia tercatat pernah bergabung dengan Tentara Mahdi saat Perang Irak 2003 dan kemudian menjadi tokoh ikonik dalam perlawanan terhadap kelompok ISIS.
Identitas Ikonik: Ia dikenal dengan slogan "Illa Tahin" yang secara harfiah berarti "menjadi tepung" (Malaikat Maut yang menghancurkan musuh hingga lumat).
Munculnya Abu Azrael di Iran terjadi di saat situasi kawasan memanas. Beberapa laporan mengaitkan kehadirannya dengan respons terhadap dinamika keamanan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah tersebut.
Meskipun reputasinya sering digambarkan secara heroik dalam narasi media sosial pro-milisi, para analis militer mencatat bahwa figur seperti Abu Azrael sering kali digunakan sebagai simbol propaganda untuk meningkatkan moral kelompok-kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran maupun pemerintah Irak mengenai agenda spesifik dari kunjungan Abu Azrael ke Teheran.(*)


.jpg)