Misteri Dua Versi Tes Narkoba Pengemudi Brio di Binjai, Ada Apa di Balik Penanganan Kasus Ini? - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Misteri Dua Versi Tes Narkoba Pengemudi Brio di Binjai, Ada Apa di Balik Penanganan Kasus Ini?

Tuesday, 17 March 2026

InvestigasiWartaGlobal.id | BINJAI – Penanganan kasus kecelakaan mobil Honda Brio BK 1796 RAA yang menabrak sejumlah warung di kawasan Pasar Kaget, Kota Binjai, kini memasuki babak yang menimbulkan kecurigaan publik. Bukan hanya karena insiden tabrakan tersebut, tetapi karena munculnya dua keterangan berbeda dari pihak kepolisian terkait hasil tes narkoba pengemudi.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil yang dikemudikan seorang wanita bernama Mike Rahayu (25) tiba-tiba melaju tak terkendali hingga menghantam beberapa lapak pedagang di kawasan Pasar Kaget yang saat itu masih dipadati aktivitas warga.

Benturan keras membuat sejumlah warung mengalami kerusakan. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut sempat panik dan berhamburan menjauh dari lokasi.

Namun perhatian publik kemudian bergeser pada pernyataan resmi pihak kepolisian yang berubah dalam hitungan jam.

Pada keterangan awal, Kasi Humas Polres Binjai AKP Junaidi menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya indikasi penggunaan zat terlarang oleh pengemudi.

“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya indikasi penggunaan zat terlarang. Pengemudi terindikasi positif amfetamin dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Satres Narkoba Polres Binjai untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKP Junaidi, Senin (16/3/2026).

Pernyataan tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa kecelakaan itu berkaitan dengan pengaruh narkotika. Namun tak lama kemudian, Polres Binjai mengeluarkan keterangan resmi yang justru menyatakan sebaliknya.

Dalam rilis tertulis disebutkan bahwa tes urine yang dilakukan oleh Sidokkes Polres Binjai menunjukkan hasil negatif narkoba.

“Untuk memastikan apakah pengemudi mengonsumsi narkoba, Kapolres memerintahkan Sidokkes Polres Binjai melakukan tes urine dan hasilnya negatif,” demikian isi keterangan resmi tersebut.

Perubahan informasi ini menimbulkan tanda tanya besar. Dalam praktik penegakan hukum, hasil pemeriksaan awal biasanya menjadi dasar pengembangan kasus, terlebih jika berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika.

Namun dalam kasus ini, informasi positif amfetamin tiba-tiba berubah menjadi negatif narkoba tanpa penjelasan rinci mengenai metode pemeriksaan, jenis tes yang digunakan, maupun waktu pengambilan sampel.

Tim InvestigasiWartaGlobal.id mencatat setidaknya tiga hal yang menjadi perhatian publik:

  1. Perbedaan hasil pemeriksaan antara keterangan awal dan rilis resmi berikutnya.
  2. Tidak adanya penjelasan detail mengenai prosedur atau metode tes yang dilakukan.
  3. Minimnya respons dari pihak penyidik lalu lintas terkait perkembangan penyelidikan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kasat Lantas Polres Binjai AKP Jansen Girsang belum memberikan jawaban hingga laporan ini diterbitkan.

Kini penanganan kasus kecelakaan tersebut disebut sepenuhnya berada di tangan Unit Gakkum Satlantas Polres Binjai. Namun publik menilai transparansi menjadi kunci penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar.

Sebab dalam penanganan perkara yang menyita perhatian masyarakat, perubahan informasi tanpa penjelasan yang jelas justru berpotensi memunculkan kecurigaan baru.

InvestigasiWartaGlobal.id masih terus berupaya menghimpun keterangan dari berbagai pihak, termasuk kemungkinan adanya pemeriksaan lanjutan atau uji laboratorium yang lebih mendalam terkait dugaan penggunaan zat terlarang oleh pengemudi.

Hingga kini, satu pertanyaan yang terus mengemuka di tengah masyarakat Binjai adalah: mengapa hasil pemeriksaan dalam kasus ini bisa berubah begitu cepat?


Redaksi: investigasiWartaGlobal.id

Editor: Zulkarnain Idrus