Kodim 1509/Labuha dan Masyarakat Bergotong Royong, Jembatan Gantung Garuda Memasuki Tahapan Pengerjaan - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Kodim 1509/Labuha dan Masyarakat Bergotong Royong, Jembatan Gantung Garuda Memasuki Tahapan Pengerjaan

Friday, 6 February 2026

Hal-Sel, INVESTIGASI. — Upaya memperkuat konektivitas wilayah pedesaan terus dilakukan TNI Angkatan Darat melalui pembangunan infrastruktur strategis. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang kini memasuki tahapan pengerjaan di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Proyek tersebut dilaksanakan oleh Kodim 1509/Labuha dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Jumat, 06/02/2026.


Jembatan Gantung Garuda dibangun untuk mempermudah akses masyarakat dalam menyeberangi sungai yang selama ini menjadi kendala utama mobilitas warga. Infrastruktur ini diharapkan mampu menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat, sekaligus membuka keterisolasian wilayah yang bergantung pada akses penyeberangan sederhana dan berisiko.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana gotong royong yang kuat antara personel Kodim 1509/Labuha, tim teknisi, dan warga Desa Bobo. Sejak pagi hari, mereka tampak bahu-membahu melakukan berbagai pekerjaan teknis, mulai dari persiapan pondasi, pemasangan konstruksi utama, hingga penataan area sekitar lokasi pembangunan jembatan.

Komandan Kodim 1509/Labuha, Letkol Inf Syamsul, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari Program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memperkuat akses wilayah pedesaan, khususnya di daerah yang masih terbatas infrastruktur transportasinya.


“Program Jembatan Gantung Garuda merupakan proyek strategis nasional yang dilaksanakan TNI untuk mendukung konektivitas masyarakat, khususnya di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses. Melalui pembangunan jembatan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan lancar,” ujar Letkol Inf Syamsul.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keberlanjutan, sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat. Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga menuju lahan pertanian, sekolah, pusat ekonomi, serta fasilitas pelayanan publik lainnya.

Menurutnya, selama ini warga Desa Bobo harus menghadapi berbagai risiko saat menyeberangi sungai, terutama pada musim hujan ketika debit air meningkat. Dengan adanya jembatan gantung, aktivitas masyarakat diyakini akan menjadi lebih efisien, aman, dan produktif.


Kodim 1509/Labuha juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan melalui kegiatan kerja bakti bersama personel TNI di lapangan. Semangat gotong royong dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan ini dibangun untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap warga dapat terus bergotong royong bersama TNI selama proses pembangunan berlangsung, sehingga hasilnya dapat segera dimanfaatkan secara maksimal,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bobo menjadi simbol sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil. Diharapkan, keberadaan jembatan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Obi Selatan secara berkelanjutan.

Redaksi: wan