Dalam pernyataannya, kepada Media ini pada Jumat, (30/1/2025), para orang tua siswa menegaskan bahwa informasi yang dimuat di sejumlah media tersebut tidak benar dan tergolong hoaks. Mereka meminta Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Ny. Siti Khodijah, M.Ag., agar tidak langsung mempercayai pemberitaan tanpa melakukan klarifikasi langsung kepada pihak orang tua siswa.
Orang tua siswa menjelaskan bahwa pada tanggal 21 Januari 2026, mereka secara bersama-sama dan atas dasar kesepakatan bersama telah memberikan sebagian dana PIP kepada pihak sekolah dan dewan guru.
Pemberian tersebut dilakukan di dalam kantor sekolah sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghargaan atas jasa serta perhatian pihak sekolah terhadap anak-anak mereka," Jelas orang tua murid.
Mereka menegaskan bahwa pemberian tersebut bersifat sukarela, dilakukan dengan penuh keikhlasan, dan tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Lebih lanjut, orang tua siswa menyampaikan bahwa pada malam hari setelah pemberitaan tersebut mencuat, mereka diundang oleh perwakilan kepala sekolah untuk menghadiri pertemuan terkait rencana pengembalian dana yang telah diberikan. Dalam pertemuan itu, orang tua siswa menanyakan alasan pengembalian dana tersebut.
Pihak dewan guru menjelaskan bahwa pengembalian dilakukan karena adanya pemberitaan oleh seorang wartawan bernama Said Jumat, yang menyebutkan dugaan pemotongan dana PIP berdasarkan keterangan salah satu siswa. Menanggapi hal tersebut, orang tua siswa dengan tegas menyatakan tidak bersedia menerima kembali dana yang telah diberikan," lanjutnya
Menurut mereka, pemberian tersebut telah diberikan dengan ikhlas sebagai tanda terima kasih kepada pihak sekolah dan dewan guru, sehingga tidak layak untuk ditarik kembali.
Orang tua siswa juga menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas jurnalistik, seharusnya wartawan melakukan konfirmasi langsung kepada orang tua sebagai pihak penerima resmi dana PIP, bukan kepada siswa.
Mereka menilai bahwa pemotongan dana PIP tidak tepat, karena dana PIP bukan hasil pemotongan, melainkan bentuk pemberian sukarela dari orang tua kepada pihak sekolah.
Melalui klarifikasi ini, orang tua siswa berharap agar tidak terjadi kesalahpahaman, baik di lingkungan Dinas Pendidikan Halmahera Selatan maupun di tengah masyarakat Desa Dowora, serta meminta agar informasi yang beredar dapat diluruskan sesuai fakta yang sebenarnya," tutup orang tua dengan nada harapan
Reporter: Asrul


.jpg)