Maling-Maling Aparat Kemana!  Bencana Sumatra: Kasus Pencurian Menghantui Korban Bencana - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Maling-Maling Aparat Kemana!  Bencana Sumatra: Kasus Pencurian Menghantui Korban Bencana

Thursday, 1 January 2026

Padang, Sumbar 1/1/2026, InvestigasiWartaGlobal. Id

Bencana hidrometeorologi di Sumatra, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, telah menelan korban jiwa dan kerugian material yang signifikan. Namun, di tengah-tengah upaya pemulihan, kasus pencurian mulai menghantui korban bencana.

Di Aceh, dilaporkan adanya kasus pencurian baut jembatan, yang merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat. Sementara itu, di Medan, bantuan masyarakat untuk korban bencana justru menjadi sasaran pencurian. Bahkan, di Padang, alat berat yang digunakan untuk pemulihan bencana juga menjadi target pencurian 

Pertanyaan besarnya adalah, di mana aparat keamanan? Bagaimana bisa kasus pencurian seperti ini terjadi di tengah-tengah upaya pemulihan bencana? Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, telah menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun ².

Kasus Pencurian: Tantangan bagi Pemulihan Bencana

Kasus pencurian ini tidak hanya menghambat upaya pemulihan bencana, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Bagaimana bisa masyarakat percaya pada aparat keamanan jika kasus pencurian seperti ini tidak ditangani dengan serius?

Solusi: Pengawalan dan Penindakan Hukum

Untuk mengatasi kasus pencurian ini, perlu dilakukan pengawalan ketat terhadap infrastruktur dan bantuan bencana. Aparat keamanan harus meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah terdampak bencana. Selain itu, penindakan hukum harus dilakukan secara tegas terhadap pelaku pencurian.

Pesan untuk Masyarakat

Masyarakat harus tetap waspada dan melaporkan setiap kasus pencurian kepada aparat keamanan. Bersama-sama, kita dapat mengatasi kasus pencurian ini dan memulihkan daerah-daerah terdampak bencana.