Hal-Sel, INVESTIGASI. – Bencana gelombang air pasang kembali menerjang Desa Nang, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel), pada sore hari ini. Peristiwa tersebut sontak membuat warga setempat panik, lantaran air laut yang pasang disertai gelombang tinggi naik hingga ke badan jalan raya dan mendekati pemukiman warga. Sabtu, 03/01/2026.
Informasi yang di himpun media wartaglobal.id melalui warga setempat, air laut meluap ke daratan sekitar pukul 16.30 WIT, bertepatan dengan kondisi pasang surut ekstrem yang kerap terjadi di wilayah pesisir Bacan Barat. Gelombang yang menghantam garis pantai Desa Nang tidak hanya merendam ruas jalan, namun juga mengancam sejumlah rumah warga yang berada di bibir pantai.
Sejumlah warga disampaikan sibuk bergegas menyelamatkan barang-barang berharga, sementara anak-anak dan lansia dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kondisi tersebut menambah ketegangan warga, mengingat gelombang pasang seperti ini bukan kali pertama terjadi.
“Air naik cepat sekali, tiba-tiba sudah sampai ke jalan. Kami panik karena takut masuk ke rumah,” ujar salah seorang warga Desa Nang yang ditemui di lokasi kejadian.
Warga mengungkapkan, hantaman gelombang air pasang di Desa Nang sudah berlangsung hampir setiap bulan, terutama saat fase bulan baru. Namun hingga kini, belum ada penanganan serius dan berkelanjutan dari pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan.
Menurut warga, kondisi abrasi pantai yang semakin parah serta ketiadaan tanggul pengaman membuat Desa Nang terus berada dalam ancaman bencana. Setiap kali gelombang tinggi datang, warga hanya bisa pasrah dan berharap air tidak masuk ke rumah.
“Kami sudah sering mengeluh dan melapor. BPBD datang lihat-lihat, janji mau ditangani, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Kalau begini terus, kami yang jadi korban,” keluh warga lainnya.
Kekecewaan masyarakat Desa Nang semakin memuncak lantaran persoalan gelombang pasang dan abrasi ini seolah tidak pernah menjadi prioritas pemerintah daerah. Padahal, ancaman keselamatan warga dan kerusakan infrastruktur terus membayangi setiap kali air laut pasang.
Warga menilai, situasi ini merupakan panggilan perhatian serius bagi BPBD Halmahera Selatan agar tidak hanya hadir saat bencana terjadi, namun juga melakukan langkah mitigasi jangka panjang. Pembangunan tanggul penahan ombak, penataan kawasan pesisir, serta kajian teknis penanggulangan abrasi dinilai sangat mendesak untuk segera direalisasikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BPBD Halmahera Selatan terkait penanganan bencana gelombang air pasang yang kembali menerjang Desa Nang. Warga berharap, pemerintah daerah tidak lagi sekadar menyampaikan janji, melainkan segera menunjukkan progres nyata demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat pesisir Bacan Barat.
Bagi warga Desa Nang, setiap gelombang pasang yang datang bukan sekadar fenomena alam, melainkan ancaman rutin yang menunggu kepastian solusi dari pemerintah. Tanpa penanganan serius, bencana serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan meninggalkan trauma berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Redaksi: wan


.jpg)