Guru Honorer SMK Perikanan Global Pratama dan Bekerja Sebagai Wartawan, Terlibat Kasus Mengonsumsi Miras Bersama Siswanya - Investigasi Warta Global

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Guru Honorer SMK Perikanan Global Pratama dan Bekerja Sebagai Wartawan, Terlibat Kasus Mengonsumsi Miras Bersama Siswanya

Monday, 26 January 2026
Guru honorer SMK Said Jumat 


Halsel, WartaGlobal.id - Terjadi kabar mengejutkan di masyarakat mengenai seorang guru honorer di SMK Perikanan Global Pratama, di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Ia juga bekerja sebagai wartawan untuk QUEENNEWS. CO. ID serta MEDIAINDONESIANEWS. ID dan terlibat dalam mengonsumsi minuman keras dengan beberapa murid. Nama guru honorer tersebut adalah Said Jumat, dan ia telah mengajar di sekolah itu selama lebih dari satu tahun.

Menurut keterangan masyarakat, insiden berlangsung di lingkungan desa, khususnya di RT 4, bukan di area sekolah, sekitar pukul 11 hingga 12 WIB. Mereka menjelaskan bahwa guru Said Jumat duduk bersama sejumlah siswa, menikmati minuman keras dari satu botol.

"Masyarakat di Desa Dowora sangat terkejut bahwa seorang guru di SMK mampu melakukan tindakan yang merusak moral anak-anak di sekolah," ungkap warga setempat. Minggu, 25/1/2026.

Perilaku guru Said Jumat jelas merupakan pelanggaran serius terhadap lembaga pendidikan di bawah pengawasan ketua dan sekretaris yayasan.

Lebih lanjut, masyarakat menambahkan bahwa sebagai seorang pendidik yang dijuluki orang tua kedua bagi murid-murid, seharusnya ia memberikan teladan terbaik kepada siswa. Tapi sebaliknya, ia malah duduk dan bercengkerama sambil menikmati minuman keras.

Warga meminta kepada kepala sekolah untuk melaporkan masalah ini kepada yayasan langsung dan cepat menindaklanjuti tindakan yang dilakukan oleh Said Jumat, agar ia dapat dikeluarkan dari sekolah.

Apabila tidak diambil langkah tegas, kami khawatir moralitas anak-anak kami akan semakin rusak dan masa depan mereka terancam. 

Kami mempercayakan anak-anak kami untuk mendapatkan pendidikan yang baik dari para guru, bukan dari sosok yang seharusnya menjalani profesinya dengan baik namun justru merusak anak-anak di kampung kami, bahkan hingga berkumpul dan mengonsumsi minuman keras pada tengah malam," kata masyarakat.

Hingga saat ini, kepala sekolah SMK Perikanan Global Pratama dan yayasan belum memberikan tanggapan mengenai kasus ini. 

Harapan kami masyarakat, diharapkan pihak sekolah dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap guru Said Jumat demi menjaga nama baik sekolah serta masyarakat, karena seorang guru harus menjadi teladan bagi para siswa.

Kasus ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua bahwa profesi guru perlu dijaga dan tidak boleh disalahgunakan.

Siswa juga berhak dilindungi dari perilaku yang tidak pantas, dan mendapatkan pendidikan yang baik-baik di dalam maupun di luar sekolah. Namun, masyarakat tetap melihat guru sebagai sosok guru, termasuk Said Jumat," tutup pernyataan warga.



Reporter: Asrul