
Buleleng, Investigasi Warta Global - Perbekel Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, I Made Sutama, menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya salah seorang warganya berinisial KD yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa setelah dituduh mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Menurut Sutama, apa pun bentuk dugaan tindak pidana yang dilakukan seseorang, penyelesaiannya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia menegaskan tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip negara hukum dan berpotensi merenggut nyawa seseorang.
"Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," ujar Sutama, Sabtu (25/7/2026).
Ia menambahkan bahwa setiap dugaan pelanggaran pidana memiliki mekanisme hukum yang harus dihormati. Menurutnya, hanya aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, hingga membawa perkara ke proses peradilan.

"Negara kita negara hukum. Biarkan aparat yang berwenang yang menangani. Jangan sampai sesama masyarakat saling bunuh hanya karena persoalan seperti ini," tegasnya.
Sutama mengaku ikut mengantarkan jenazah KD ke rumah duka dan menyaksikan langsung kesedihan keluarga yang ditinggalkan. Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, sedangkan anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.
Suasana duka semakin menyentuh ketika putri bungsu korban menangisi jenazah ayahnya. Momen tersebut sempat beredar luas di media sosial dan memantik simpati masyarakat.
Meski kehilangan anggota keluarga, Sutama menyebut pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian KD sebagai musibah. Mereka juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian agar peristiwa tersebut diusut secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, KD dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dikeroyok warga usai tepergok diduga mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. Selain itu, sepeda motor yang digunakan korban juga dilaporkan dibakar. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.
"Kalau memang ada dugaan tindak pidana, serahkan kepada aparat penegak hukum. Jangan ada lagi tindakan main hakim sendiri yang justru menimbulkan korban jiwa," tegas Perbekel Desa Sidatapa, I Made Sutama. Redaksi


.jpg)