Phnom Penh, 21/3/2026,InvestigasiWartaGlobal . Id
Saat gelombang kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari sindikat penipuan daring di Kamboja mencapai puncaknya pada Maret 2026, aksi pencurian merajalela di sekitar Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh, meresahkan para WNI yang sudah trauma.
KBRI yang biasanya jadi tempat perlindungan kini berubah jadi sasaran maling oportunis, memanfaatkan kerumunan WNI yang datang meminta bantuan dokumen dan tiket pulang.
Situasi Keamanan Mengkhawatirkan KBRI Phnom Penh mencatat lebih dari 5.264 WNI melapor sejak Januari hingga awal Maret 2026, dengan 1.816 di antaranya sudah difasilitasi pulang hingga 8 Maret.
Namun, laporan salah satu WNI berinisial B P kepada WartaGlobal saat dikonfirmasi 21/3/2026,"menyebut maling berkeliaran di perimeter KBRI, mencuri tas, dompet, dan barang berharga dari WNI yang tertidur dimana menunggu saat proses penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP)."
"Kami sudah lari dari scam, sekarang takut dirampok di depan kedutaan sendiri," keluh seorang WNI eks pekerja sindikat yang enggan disebut namanya.
Dampak pada WNI yang TraumaAksi ini sangat meresahkan WNI, banyak di antaranya korban human trafficking yang pulang dengan tangan hampa setelah bayar denda imigrasi dan beli tiket mandiri.
Sejak razia pemerintah Kamboja, puluhan WNI dilaporkan kehilangan dokumen penting akibat pencuri, memperlambat proses repatriasi yang sudah rumit.
Psikolog sosial memperingatkan, kejadian ini bisa picu trauma ganda bagi WNI yang sudah terpapar "algoritma pikir egois" dari lingkungan scam.
Tuntutan Tegas: KBRI dan Otoritas Harus Bertindak!KBRI Phnom Penh wajib tingkatkan pengamanan bersama polisi Kamboja, termasuk patroli 24 jam dan CCTV di sekitar area.
Pemerintah Indonesia tak boleh diam; Komisi III DPR RI harus desak kerja sama bilateral untuk lindungi WNI, bukan hanya fasilitasi pulang tapi juga amankan prosesnya.
WNI berhak pulang aman tanpa ancaman maling—ini bukan sekadar kejahatan kecil, tapi kegagalan pelindungan negara!
@WNI harap Berhati-hatilah, HP, Dompet, ATM, Barang berhargaDll


.jpg)