Jakarta, INVESTIGASI - Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono, dengan tegas menyatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus memainkan peran sebagai garda terdepan dan benteng terakhir dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan ini diungkapkan oleh Yudo Margono saat memberikan sambutan pada acara pelantikan 33 Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek Penerbang (PSDP PNB) TNI TP 2020 dan 350 Perwira Prajurit Karier TNI TA 2023 yang diadakan di Stadion Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Dalam pidatonya, Panglima TNI menekankan pentingnya kesiapan TNI dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang mungkin timbul terhadap kedaulatan NKRI. Ia menekankan bahwa TNI harus senantiasa siap dan tanggap dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga keutuhan dan keamanan negara.
Ancaman yang dihadapi oleh NKRI bisa berasal dari berbagai faktor seperti geopolitik, keamanan regional, dan berbagai potensi konflik. Yudo Margono menekankan bahwa TNI harus memiliki kesiapan dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut dan siap untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Yudo Margono juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kerjasama yang erat antara dua institusi ini dianggap penting untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di dalam negeri. Selain itu, Panglima TNI juga menegaskan bahwa seluruh komponen bangsa lainnya juga memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Solidaritas dan kolaborasi antar-komponen bangsa dianggap esensial dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh negara.
Dengan pernyataan ini, Panglima TNI menggarisbawahi tekad dan tanggung jawab TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Sinergi, kerjasama, dan kesiapan dalam menghadapi ancaman menjadi poin kunci dalam pernyataan Yudo Margono, mencerminkan komitmen TNI dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan bangsa dan negara. "FAIS/*"





.jpg)