
InvestigasiWartaGlobal.id | BINJAI UTARA – Menyusul polemik pemberitaan terkait dugaan makanan basi dan isu permainan anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 11 Binjai, pihak-pihak terkait menyampaikan klarifikasi resmi dan menyeluruh untuk meluruskan informasi yang berkembang di publik.
Kepala SPPG Jalan T. Amir Hamzah, Sandi, menegaskan bahwa seluruh proses memasak MBG dimulai sejak pukul 02.00 WIB dan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia membantah keras tudingan bahwa makanan basi dibagikan kepada siswa.
“Begitu ada keluhan aroma yang dianggap tidak normal, makanan langsung kami tarik dan pembagian dihentikan. Tidak ada makanan basi yang dikonsumsi siswa,” tegas Kiki.
Sekolah Pastikan Tidak Ada Siswa Sakit
Pihak SMP Negeri 11 Binjai membenarkan bahwa pembagian MBG dihentikan sebagai langkah kehati-hatian, dan memastikan tidak ada siswa yang mengalami keracunan, muntah, atau gangguan kesehatan akibat insiden tersebut.
Sekolah menegaskan bahwa keputusan penghentian pembagian dilakukan sebelum makanan dikonsumsi secara luas, demi menjaga keselamatan siswa.
Porsi Ayam dan Peran Ahli Gizi Dijelaskan
Menjawab kritik soal porsi ayam suwir, SPPG menyatakan bahwa penyajian ayam dalam bentuk suwir merupakan standar menu gizi, bukan upaya pengurangan porsi. Takaran protein telah dihitung dan diawasi oleh ahli gizi yang terlibat dalam penyusunan menu MBG.
Pihak penyedia menegaskan bahwa ahli gizi berperan aktif, mulai dari perencanaan menu hingga penghitungan nilai gizi harian.
Bantahan Dugaan Permainan Anggaran
Terkait isu dugaan permainan anggaran dan simulasi potensi kerugian negara, SPPG menegaskan bahwa anggaran MBG direalisasikan sesuai ketentuan pemerintah dan tidak ada pemotongan kualitas maupun kuantitas makanan.
Pihak SPPG menyebut simulasi kerugian yang beredar bukan hasil audit resmi dan tidak dapat dijadikan dasar kesimpulan hukum.
Evaluasi Tetap Dilakukan
Sumber dari instansi terkait menyampaikan bahwa tidak ditemukan pelanggaran berat dalam pelaksanaan MBG di SMPN 11 Binjai. Meski demikian, evaluasi dan perbaikan sistem distribusi tetap dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Penutup
Dengan adanya klarifikasi ini, InvestigasiWartaGlobal.id menegaskan komitmen pada prinsip keberimbangan dan hak jawab. Pemberitaan sebelumnya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial, sementara klarifikasi ini menjadi bentuk transparansi dan pelurusan informasi kepada publik.
Redaksi menegaskan bahwa setiap program publik harus terbuka terhadap evaluasi, namun penilaian akhir tetap berada pada mekanisme resmi dan audit berwenang.
Redaksi: InvestigasiWartaGlobal.id


.jpg)