
Binjai | InvestigasiWartaGlobal.id – Maraknya keterlibatan remaja dalam geng motor, tawuran, hingga aksi-aksi jalanan tanpa arah menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan dan aparat penegak hukum. Menjawab ancaman tersebut, Kapolsek Binjai Timur Iptu Gusli Effendi turun langsung ke sekolah dan tampil sebagai Pembina Upacara di SMKN 2 Binjai, Senin (26/1/2026), guna menutup celah kenakalan remaja sejak dini.
Langkah “masuk sekolah” yang dilakukan Polsek Binjai Timur ini dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan strategi preventif untuk memutus mata rantai penyimpangan perilaku pelajar yang kerap berujung pada konflik sosial dan persoalan hukum.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap dunia pendidikan. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekolah,” tegas Iptu Gusli Effendi di hadapan para siswa.
Dalam arahannya, Kapolsek secara terang-terangan mengingatkan siswa agar tidak terjebak dalam geng motor, tawuran, maupun provokasi di media sosial yang mengarah pada aksi jalanan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan simbol keberanian, melainkan pintu masuk menuju kehancuran masa depan.
“Terlihat hebat itu bukan dalam tawuran. Sekali terlibat, adik-adik bisa menjadi korban atau pelaku, dan dampaknya panjang, termasuk catatan kepolisian yang bisa menghantui masa depan,” katanya.
Iptu Gusli juga mengungkapkan bahwa banyak kasus pidana berawal dari kelalaian kecil, seperti nongkrong berlebihan, salah memilih pergaulan, hingga mengikuti ajakan tanpa berpikir panjang. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam aksi demo anarkis maupun tawuran seringkali dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.
Tak hanya menyoroti siswa, Kapolsek juga menitipkan tanggung jawab moral kepada pihak sekolah agar pengawasan dan pembinaan karakter diperkuat, tidak sebatas akademik, tetapi juga pembentukan mental dan etika sosial.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Binjai, Rully Novar, S.Pd., M.Pd, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah preventif yang dilakukan Polsek Binjai Timur. Ia mengakui bahwa tantangan kenakalan remaja saat ini semakin kompleks, terutama akibat pengaruh lingkungan dan media digital.
“Kami menyadari bahwa potensi kenakalan remaja bisa muncul kapan saja jika tidak dicegah bersama. Kehadiran kepolisian memberikan pesan kuat bahwa sekolah adalah zona aman dari kekerasan dan pelanggaran hukum,” ujar Rully Novar.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah terus memperkuat disiplin, pembinaan karakter, serta komunikasi dengan orang tua guna mencegah siswa terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.
“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan kenakalan remaja membutuhkan sinergi sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diingatkan untuk segera pulang ke rumah setelah jam sekolah, menghormati guru sebagai orang tua kedua, serta menjaga nama baik sekolah dan keluarga.
InvestigasiWartaGlobal.id mencatat, pendekatan preventif seperti ini menjadi krusial di tengah meningkatnya kerawanan sosial yang melibatkan usia sekolah. Tanpa pengawasan dan pembinaan serius, sekolah berpotensi hanya menjadi penonton lahirnya generasi yang terseret konflik dan kriminalitas.
Menutup kegiatan, Kapolsek Binjai Timur mengajak para pelajar menjadi bagian dari solusi dengan turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus membangun prestasi sebagai identitas generasi muda yang bermartabat.
Redaksi: investigasiWartaGlobal.id
Editor: Zulkarnain Idrus


.jpg)