
InvestigasiWartaGlobal.id | Deli Serdang – Polemik operasi gabungan pemberantasan narkotika di kawasan hiburan malam Jalan Patumbak–Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kabupaten Deli Serdang, belum menunjukkan tanda mereda. Di satu sisi, aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan operasi dilakukan untuk membongkar dugaan peredaran narkotika. Di sisi lain, muncul laporan dugaan penganiayaan yang menyeret nama Kepala BNNK Deli Serdang, Kombes Pol Josua Tampubolon.
Perkara ini kini berkembang menjadi dua jalur hukum yang sama-sama menyita perhatian publik. Jalur pertama menyangkut dugaan perintangan terhadap petugas dalam operasi pemberantasan narkotika. Jalur kedua adalah laporan dugaan kekerasan yang dilayangkan pihak Samuel Hutasoit ke Polda Sumatera Utara.
Menanggapi tudingan tersebut, Kombes Pol Josua Tampubolon dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Tidak benar saya melakukan penganiayaan. Saya datang untuk klarifikasi," tegas Josua kepada wartawan, Jumat (3/7).
Ia juga membantah tuduhan bahwa dugaan penganiayaan terjadi di Gedung Satreskrim Polrestabes Medan. Menurutnya, kehadirannya saat itu hanya untuk memberikan klarifikasi terkait proses hukum yang sedang berlangsung.
Meski laporan telah diterima kepolisian, Josua menegaskan setiap warga negara memang memiliki hak melapor. Namun, menurutnya, benar atau tidaknya tuduhan harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang objektif.
Di balik polemik tersebut, BNN tetap berpegang pada alasan utama digelarnya operasi, yakni adanya informasi masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran narkotika di lokasi hiburan malam tersebut.
Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Tatar Nugraha, sebelumnya menyampaikan bahwa operasi gabungan berhasil menemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis ekstasi. Selain itu, hasil pemeriksaan urine terhadap pengunjung menunjukkan sebanyak 25 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika.
Namun, proses penindakan tidak berjalan mulus. BNN menyebut petugas sempat mendapat perlawanan berupa dugaan penghadangan, provokasi massa hingga perusakan kendaraan dinas. Peristiwa itulah yang kemudian berujung pada penahanan empat orang yang diduga menghalangi jalannya operasi.
Sementara itu, pihak Samuel Hutasoit melalui ibunya, Lince Manalu, bersama tim kuasa hukum memilih membawa persoalan dugaan kekerasan ke jalur hukum. Mereka melaporkan dugaan pengeroyokan oleh oknum Satpol PP Kabupaten Deli Serdang serta dugaan penganiayaan oleh seorang pejabat BNN berinisial JT.
Kuasa hukum Samuel mengklaim kliennya mengalami luka memar di wajah, hidung berdarah, hingga nyeri pada bagian dada. Mereka juga meminta penyidik mengamankan rekaman CCTV sebagai bagian dari pembuktian.
Kasus ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum. Di satu sisi, negara berkepentingan membongkar jaringan narkotika yang merusak masyarakat. Di sisi lain, setiap laporan dugaan penyalahgunaan kewenangan maupun dugaan kekerasan oleh aparat juga wajib diperiksa secara profesional, transparan, dan tanpa perlakuan istimewa.
Terpisah, Pimpinan Umum Media Siber Nusantara ID (MSN ID), Joe Sidjabat, mengingatkan agar profesi wartawan tidak dijadikan tameng apabila terdapat pihak yang terbukti membekingi aktivitas melawan hukum. Sebaliknya, apabila terdapat dugaan kekerasan dalam penegakan hukum, aparat juga harus berani membuka seluruh fakta secara terang-benderang.
Hingga berita ini diterbitkan, penyidik Polda Sumatera Utara masih menangani laporan dugaan penganiayaan yang diajukan pihak Samuel Hutasoit. Di sisi lain, proses hukum terhadap dugaan perintangan petugas dalam operasi pemberantasan narkotika juga masih berjalan.
Publik kini menunggu satu hal yang paling penting: apakah seluruh rangkaian peristiwa akan dibuka secara utuh melalui alat bukti, rekaman CCTV, keterangan saksi, serta hasil penyidikan yang independen. Sebab dalam perkara yang menyita perhatian masyarakat ini, kebenaran tidak boleh dibangun di atas opini, melainkan harus ditegakkan melalui pembuktian hukum yang sah.
Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung & Red
Editor: Zulkarnain Idrus

.jpg)